Tidak Mendapatkan Kunci, Belasan Pedagang Mengadu Ke DPRD Kab. Sukamara

MENARAnews, Sukamara (Kalteng) – Belasan pedagang Pasar Lama Sukamara yang tak kebagian kunci kios dagang di Pasar Baru mendatangi Kantor DPRD Kab. Sukamara (13/09/2016). Kedatangan mereka untuk mengadukan pembagian kunci kios dagang yang dinilai tidak adil.

Kata salah seorang pedagang bernama Iskandar, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Pertambangan dan Energi (Disperindagkoptamben) Sukamara selaku pihak yang membagikan kunci kios dagang tersebut, berlaku tidak adil dan transparan karena pembagian kunci kios tanpa pemberitahuan secara resmi kepada semua pedagang sehingga banyak yang tidak mendapatkan kios.

“Kami yang memegang SK dan sudah lama disitu malah tidak dapat, sementara yang dapat kunci juga ada dapat lebih dari satu kios. Kami meminta agar para pedagang didata ulang dan kunci yang sudah dibagi ditarik dahulu kemudian baru dibagi dengan sistem undi atau kocok agar adil,” katanya.

Ia mengaku mendapat informasi mengenai pembagian kios dagang tersebut dari rekannya sesama pedagang juga. “Kami baru mengetahui kalau kunci kios sudah dibagikan dari pedagang lain, dan setelah kami tanyakan ke dinas ternyata kunci sudah habis diambil,” jelasnya.

Oleh karena itu mereka berharap kepada seluruh pihak terkait agar tidak melakukan pendataan dengan cara meminta informasi secara sepihak. Sebab mereka menilai bahwa para perwakilan tak lagi netral karena tidak memberitahukan kepada pedagang ketika pembagian kunci kios oleh pihak dinas.

Di lain pihak, Wakil Ketua II DPRD Sukamara, Daman Huri, mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengusulkan beberapa poin dari pertemuan dengan para pedagang. Ia menjelaskan bahwa poin-poin itu nantinya akan diusulkan ke dinas terkait sebagai bentuk evaluasi. Salah satu poin yang ditekankan adalah dinas melakukan evaluasi ulang pembagian dan mencoret pemilik kios sebelumnya yang hanya menyewakan kepada pedagang lain, serta satu pedagang hanya mendapatkan satu kios.

“Jika memiliki kios tetapi disewakan kepada pedagang lain, artinya yang bersangkutan tidak menempati dan tidak sebagai pedagang, sehingga diusulkan yang mendapatkan kios adalah penyewa yang memang pedagang. Pembagian kios juga diusulkan agar diberikan kepada pemilik kios yang aktif dan mempunyai SK serta membayar retribusi. Jika ada pemilik kios tidak aktif, tetapi memiliki alasan tepat dan bisa diterima maka bisa diberikan haknya,”  ungkapnya.

Sementara itu, pihak Disperindagkoptamben yang juga ikut hadir dalam kegiatan tersebut mengklarifikasi bahwa pembagian kunci kios dagang itu dilakukan tanpa unsur kesengajaan. Sebab, sedianya tim dari Disperindagkoptamben Sukamara hanya melakukan verifikasi lapangan terhadap para pedagang. Akan tetapi, para pedagang mendesak pihaknya untuk langsung membagikan kunci kios dagang karena kios sementara mereka akan digusur.

“Setelah kejadian itu, kami langsung melakukan verifikasi dan sebagian kunci sudah ditarik dan dikembalikan, selanjutnya, kami menunggu arahan pimpinan dan usulan hari ini akan kami sampaikan,” ujar Catur Sabda, perwakilan dari Disperindagkoptamben Sukamara.

Ditambahkan pula bahwa ia akan mengkoordinasikan dengan kepala Disperindagkoptamben terkait keluhan para pedagang dan usulan yang disampaikan. Namun, dia menegaskan bahwa pendataan pedagang sudah dilakukan dengan beberapa tahapan dan prosedur, seperti mengambil data dari pihak DPKAD Sukamara selaku pengelola sebelumnya, data dari penagih retribusi, melakukan verifikasi data dengan perwakilan pedagang dan beberapa SOP lainnya. (kontributor)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...