Tak Terima Cuitan Gendo, Pospera Aceh Gelar Aksi

MENARAnews, Banda Aceh (Aceh) – Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Aceh menggelar aksi di depan Markas Polda Aceh, (5/9) untuk menuntut penegakkan hukum oleh Kepolisian RI kepada pemilik akun Twitter @gendovara yang dinilai merendahkan kemanusiaan.

Dalam laporan Pospera kepada Mabes Polri tanggal 15 Agustus 2016, Pospera mempersosalkan cuitan Twitter Gendo yang merendahkan fisik dan manusia seperti “gigi tidak rata” serta menyebut Pospera merupakan singkatan dari kata “Pos Pemeras Rakyat”.

Ketua DPD Pospera Aceh, Tarmizi mengungkapkan, tindakan @gendovara yang merendahkan fisik dan mengejek marga tertentu melalui tweet atau cuitan di twitter merupakan salah satu bentuk kebencian SARA yang sesuai dengan Pasal 28 UU ITE dan Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Cuitan @gendovara tersebut ditujukan kepada Ketua Dewan Pembina Pospera, Adian Napitupulu.

“Masalah SARA bukan masalah Adian tetapi jadi masalah semua umat manusia, makanya masalah ini diambil alih oleh organisasi sebagai pelapor,” ungkap Tarmizi.

Sebelumnya, Tarmizi mengatakan, pemilik akun @gendovara, I Wayan Gendo Suardana yang merupakan Koordinator Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI) tidak terima atas sikap Adian Napitupulu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mendukung Reklamasi Teluk Benoa.

“Permasalahan tersebut dinilai tidak selayaknya menjadi dasar bagi Gendo untuk melakukan penghinaan SARA,” ujarnya.

Selain melakukan upaya penyelesaian melalui jalur hukum, Pospera juga sudah mengirimkan surat sebanyak tiga kali kepada Dewan Nasional Walhi sebagai permintaan klarifikasi oleh akun @gendovara yang merupakan salah satu dari anggota Dewan Nasional Walhi.

“Kami akan mendorong pihak Kepolisian RI untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Kombes Pol Goenawan saat menemui para peserta aksi. (AM)

Comments
Loading...