Soal BKO di Aceh, Ketua DPD PDIP Aceh Setuju

MENARAnews, Banda Aceh (Aceh) – Wacana penambahan personil Bawah Kendali Operasi (BKO) untuk mengamankan Pilkada 2017 di Aceh dianggap perlu oleh Ketua DPD PDIP Aceh, Karimun Usman. Hal tersebut diungkapkan dalam acara penyerahan Surat Keterangan Dewan Pimpinan Pusat PDIP tentang Calon Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Walikota se-provinsi Aceh di Kantor DPD PDIP Aceh, Lueng Bata, Kota Banda Aceh (17/9).

“Saya sudah sebulan lalu mengirim surat kepada Kapolda dengan tembusan Kapolri dan Panglima TNI untuk meminta keamanan di Aceh tidak boleh diabaikan,” ungkapnya.

Menurut Karimun Usman, Pilkada 2017 di wilayah Aceh dan Papua menjadi sorotan dan prioritas bagi Pemerintah Pusat karena masih diragukan dapat berjalan dengan aman. Oleh karena itu, diperlukan penambahan personil BKO yang berasal dari anggota TNI/POLRI, BIN, BAIS, maupun Kejaksaan.

“Kalau ada yang bilang tidak perlu, tidak ada yang bisa menjamin keamanan,” tuturnya.

Untuk wilayah Aceh, penambahan personil BKO dalam Pilkada 2017 penting dilakukan untuk mencegah berulangnya tindakan kekerasan yang terjadi pada saat penyelenggaraan Pilkada 2012 tidak terulang.

Sebagai informasi, Pilkada 2012 di Aceh diwarnai dengan beberapa aksi penembakan. Seperti yang telah dikutip menaranews.com dari  http://regional.kompas.com/read/2012/01/25/19492695/Polri.Penembakan.Misterius.Terkait.Pilkada.Aceh yang menyatakan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman mengatakan dari hasil penyelidikan sementara kepolisian daerah Aceh, berbagai peristiwa penembakan yang dilakukan kelompok tertentu, berhubungan erat dengan Pemilihan Kepala Daerah Aceh, yang direncanakan diselenggarakan pada 16 Februari 2012. (AM)

Comments
Loading...