Samsat Kotawaringin Barat Bantah Terlibat Makelar KTP

MENARAnews, Pangkalan Bun (Kalteng) – Kepala Unit Residen Kantor Samsat Kab. Kotawaringin Barat (Kobar), Ipda Bambang Eko, membantah bahwa pihaknya ikut terlibat dalam memberikan salinan KTP kepada oknum makelar KTP untuk paslon perseorangan Pilkada Kobar tahun 2017.

Dalam hal ini, Bambang menegaskan bahwa ia dan jajarannya di Samsat Kobar tidak pernah memberikan salinan KTP kepada oknum makelar KTP tersebut, serta senantiasa menjaga kerahasian dan keamanan seluruh berkas salinan KTP milik warga. Bahkan, ia juga berani memastikan Bintara Gudang yang bertugas mengamankan gudang Samsat Kobar ikut terlibat dengan oknum itu.

Oleh sebab itu, Bambang meminta KPU Kobar memeriksa kembali ribuan KTP yang diduga berasal dari Samsat Kobar karena pihaknya selalu memberikan tanda khusus pada berkas KTP yang telah tidak digunakan kembali.

“Coba lihat fotokopi KTP-nya, ada coretan atau tidak? Kalau tidak ada berarti bukan dari sini (gudang Samsat),” imbuh Bambang.

Meski demikian, Bambang mengaku bahwa hingga saat ini memang pihaknya belum memiliki alat penghancur dokumen. Selama ini Samsat Kobar hanya menandai atau memototng berkas salinan KTP tersebut menjadi dua.

“Sudah lama kami ajukan, namun belum direalisasi,” ucapnya.

Sebelumnya, Makelar KTP berinisial ‘AB’ mengatakan bahwa dirinya mendapat salinan KTP untuk diberikan kepada paslon perseorangan dari Kantor Samsat Kobar. Ia mengaku mendapat KTP tersebut dari oknum petugas Samsat Kobar.

“Tidak tahu namanya, saya hanya diminta ambil fotokopi KTP di sana (kantor Samsat). Urusan lobi dan lain-lain itu urusan W,” tegasnya. (Riz)

AB menyebut dirinya memasok ribuan salinan KTP beserta tanda tangan dan cap palsu dengan harga Rp 5.000,- per KTP. Setiap salinan KTP yang ia peroleh langung digandakan menjadi 3 rangkap untuk diserahkan kepada masing-masing paslong perseorangan yang akan bertarung dalam Pilkada Kobar tahun 2017. (Riz)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...