Riban: Ini Ada Apa Sampai Nggak Ikut Assessment

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Bila sebelumnya Wakil Wali Kota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio yang begitu kesal mengetahui sebanyak 17 orang pejabat lingkup Pemerintah Kota (Pemko) setempat tidak  melakukan atau mengikuti tes assessment, Kini giliran Wali Kota Palangka Raya, HM. Riban Satia turut menegur keras para pembantunya tersebut yang tidak ikut assessment. Teguran itu disampaikan Riban saat memimpin apel pagi di halaman Balai Kota Palangka Raya, Senin (05/09/2016).

Ditegaskan Riban, bahwa penilaian melalui tes assessment merupakan ketentuan yang telah disyaratkan bagi para pejabat, terutama dalam menentukan posisi jabatan, termasuk posisi jabatan pada lingkup Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya.

“Kriteria penilaian menjadi syarat mutlak terpenting serta  menjadi acuan sebuah jabatan. Karenanya penilaian melalui assessment telah mencakup kompetensi atau rekam jejak seseorang yang akan menempati jabatan,” tandasnya.

Tidak hanya cukup sampai disitu kata dia melalui assessment, maka  kinerja seorang pejabat akan dikatakan mumpuni bila telah terpenuhinya aspek profesionalitas, integritas, komitmen serta kompetensi.

“Ini ada apa sampai nggak ikut assessment, kan sudah tahu bahwa itu syarat mutlak serta menjadi pedoman dari Kementerian PAN-RB, terlebih saat ini ada perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang kemungkinan besar akan banyak mengalami perubahan karena harus menyesuaikan dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah,” tukas Riban dengan nada kesal.

Selain menegur pejabat yang tidak ikut assessment, Wali Kota Palangka Raya dua periode ini juga menyoroti masih lambannya kinerja setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat. Bahkan ia meminta setiap SKPD memberikan laporan bulanan kinerja dari pelaksanaan APBD, termasuk progresnya.

“Dari progress kinerja, ternyata banyak SKPD yang masih dibawah target, bahkan untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun renstranya belum seutuhnya konek dengan visi maupun misi Pemko,” bebernya.

Pada tahun 2017 mendatang tambah Riban, menginginkan program pembangunan infrastruktur seperti jalan dan pengolahan sampah lebih dimaksimalkan.

“Ini sudah cukup, sekarang yang difokuskan adalah  pembenahan infrastruktur jalan, seperti Jalan G Obos sampai dengan  Jalan Yos Sudarso ujung, termasuk pula pembenahan depo sampah, dimana pada setiap kecamatan dan kelurahan akan terus di tambah,” cetusnya. (Agus Fataroni)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...