Puluhan Lapak PKL Diratakan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Para Pedangang Kaki Lima (PKL) di Kawasan Pasar Kahayan yang hari ini lapaknya diratakaan dengan tanah oleh pemerintah kota (Pemko) melalui Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) Kota Palangka Raya, hanya bisa pasrah, meskipun sebagian PKL banyak yang tidak terima dan memarahi petugas. Kamis (08/09/2016).

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Trantib Satpol PP Kota Palangka Raya, Walter, pembongkaran tersebut adalah tindakan lanjutan dari surat edaran yang sudah diberikan kepada para PKL sebelumnya.

“Sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi bahkan sudah mengundang rapat kepada seluruh PKL untuk mencari kesepakatan relokasi dan kapan waktu eksekusi pembongkaran,” tegasnya saat diwawancarai media.

Lanjutnya, penertiban ini bukan tanpa himbauan, pihaknya sudah melakukan himbauan sejak lama dan sudah diberikan tiga kali peringatan untuk membongkar sendiri lapak dagangan ke tempat yang sudah disepakati sebelumnya namun mereka tidak mengindahkan.

“Para PKL sebelumnya sudah dihimbau untuk segera membongkar sendiri lapaknya, namun sampai tanggal yang ditentukan belum juga membongkar sehingga kami pemerintah kota melakukan tindakan tegas,” ucapnya.

Imbuhnya, penertiban tersebut adalah bentuk penegakan perda serta penertiban jalur hijau dan drainase. Setelah ini ada beberapa titik yang akan ditertibkan, sebab waktu kita hingga bulan Desember mendatang.

“Untuk tahap awal kita akan tertibkan yang berada di area pasar yang menyalahi aturan salah satunya Pasar Kahayan ini, dan selanjutnya kita akan tertibkan yang berada di areal Pasar Besar Palangka Raya” imbuhnya.

Setelah pebongkaran tersebut pihaknya akan terus melakukan operasi, apabila masih ada aktifitas PKL diarea tersebut akan ditahan dan segera diberikan sanksi tindak pidana ringan (tipiring).

Sementara itu, ketua Asosiasi Pedagang kaki lima Kota Palangka Raya Sopiani Sandung, menyayangkan tidak adanya komunikasi antara pihak Pemerintah Kota (Pemko) dengan pihak asosiasi PKL, dan tidak adanya spanduk batas waktu pembongkaran.

“Kita sebagai asosiasi PKL tidak tahu apabila akan ada penertibah PKL, sebab sesuai keterangan, PKL ada yang masih belum mengetahui bahwa hari ini adalah batas pembongkaran,” singkatnya. (Agus Fataroni)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...