Pulang Ke Tanah Air, Bupati Irna Jemput Langsung Jemaah Haji di Pondok Gede

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Bupati Pandeglang Irna Narulita menjemput langsung jemaah haji asal Pandeglang yang tergabung dalam kloter 18 ke embarkasi haji Pondok Gede Jakarta Timur, kemarin (29/09/2016).

Jemaah haji kloter 18 asal Kabupaten Pandeglang tiba di Pondok Gede pukul 21:47 WIB, langsung disambut hangat oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita. Turut hadir dalam acara ini Pelaksana Tugas (PLT) Kakanwil Kementrian Agama Banten Mahfudin, Asda 3 Setda Pandeglang Dadan Tafif Daniel dan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Yahya Gunawan Kasbin.

Dalam sambutannya Bupati Irna Narulita menyampaikan, rasa syukur kepada Allah SWT karena jemaah haji Kabupaten Pandeglang telah pulang kembali ke tanah air dalam keadaan sehat wal’afiat. Diharapkan apa yang dilakukan d itanah suci dapat diterapkan kembali di Indonesia.

“Mudah-mudahan bapak dan ibu semua menjadi haji yang mabrur. Dan segala amalan yang dilakukan di tanah suci dapat dilakukan juga dalam kehidupan kita sehari-hari,” katanya yang disambut aamiin oleh seluruh jemaah.

Bupati juga menyampaikan, para jemaah haji yang baru saja tiba dari tanah suci tersebut pasti mengalami kelelahan. Untuk itu harus segera memulihkan kondisi tubuh mereka.

“Bapak dan ibu tidak harus berlama – lama disini karena kami yakin ibu lelah setelah perjalanan dari tanah suci. Untuk itu harus segera sampai di rumah tanpa harus menunggu lama kendaraan penjemput, karena bus sudah disiapkan oleh panitia,” lanjutnya.

Salah seorang jemaah haji, Faiz Hambali asal Kecamatan Mekarjaya menyampaikan rasa gembira dan senangnya dapat kembali lagi ke tanah air Indonesia dengan selamat.

“Saya senang sekali walaupun disana dalam melaksanakan rukun haji diatas kursi roda. Satu keberkahan dari Allah SWT, saya tidak diberi kesulitan,” katanya.

Sementra Rifqi F salah seorang tim medis yang mendampingi jemaah haji kloter 18 mengatakan, dari 392 ada 2 orang jemaah haji yang kondisinya kurang sehat jadi harus dipulangkan lebih awal. Serta seorang jemaah yang meninggal dunia di tanah suci.

“Dua jemaah haji tersebut yakni Ibu Bai dari Kecamatan Cimanuk, dan Ibu Ratu Neneng dari Kecamatan Kaduhejo, terpaksa harus dipulangkan lebih awal karena ada gangguan dari pernapasan,” sebutnya. (IY)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!