PT KIU Terancam Didemo

MENARAnews, Sampit (Kalteng) – Karyawan perkebunan kelapa Sawit PT. Katingan Indah Utama (KIU) Makin Group mengancam akan melakukan aksi demo, jika keinginan mereka menolak pengurangan upah tidak direspon oleh perusahaan, bahkan surat aksi sudah mereka layangkan ke pihak terkait sembari melakukan aksi mogok kerja yang sudah dilakukan sejak beberapa hari yang lalu.

Pemkab Kotim diminta merespon tuntutan warga di Kecamatan Parenggean yang kini tengah mogok kerja terkait masalah pengupahan. Penyelesaian yang baik perlu dilakukan dudu bersama antara karyawan dengan perusahaan. “Pemkab harus merespon hal tersebut,” kata ketua komisi III DPRD Kotim, Rimbun, Kamis (15/09/2016).

Rimbun melanjutkan, selain mengancam mogok kerja, karyawan juga akan melakukan aksi demo. Dari keterangan koodinator karyawan Sudarmajis mogok kerja dilakukan dari 14-24 September 2016, dalam surat yang mereka layangkan ke DPRD aksi itu dilakukan untuk menolak pengurangan upah yang dilakukan perusahaan. Dari itu Rimbun berharap perusahaan harus segera menyelesaikan masalah itu agar karyawan tidak dirugikan.

“Dinsosnakertrans saya harap bisa memfasilitasinya,” ujarnya.

Perubahan nilai upah khusus bagi karyawan bongkar muat sawit ini merupakan kebijakan baru perusahaan tanpa pesetujuan dan adanya kesepakatan dari karyawan. Kebijakan sepihak ini diambil langsung telah merugikan karyawan dan berdampak pada kurangnya penghasilan mereka.

Rimbun juga meminta perusahaan bisa meninjau kembali keputusan tersebut, serta memberikan alasan yang tepat mengapa nilai upah angkut dirubah. Karyawan memiliki hak mengetahui dan menolak keinginan perusahaan itu.

“Selesaikan masalah ini secara kekeluargaan,” tegas Rimbun.

Terpisah kepala dinsosnakertrans Kotim Bima Eka Wardana menyabut masalah itu sudah mereka tangani. “Kita masih memediasi mereka untuk mencari solusi terbaik,” pungkasnya. (Kontributor)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...