Pospera Sumut Datangi Poldasu Pertanyakan Kasus Kematian Andi Pangaribuan

MENARAnews, Medan (Sumut) – DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sumut datangi Mapolda Sumut, Jumat (9/9/2016). Kedatangan Pospera berujuan bertemu dengan Kapolda Sumut Irjen. Pol. R. Budi Winarso mempertanyakan kasus kematian tahanan Polres Tobasa Andi Pangaribuan yang hingga kini masih belum menemui titik terang.

Saat ditemui, Irjen Pol R Budi Winarso bilang akan membahas kelanjutan kasus kematian Andi Pangaribuan di Polres Tobasa, Rabu pekan depan. Budi berjanji akan menjadwalkan pertemuan tersebut secepatnya.

“Rabu depan kita ketemu, Saya akan panggil langsung penyidiknya untuk mengetahui dimana duduk perkaranya,” jelas Kapolda.

Sutrisno Pangaribuan selaku Penasehat DPD Pospera Sumut yang turut datang sebut kedatangannya bersama anggota Pospera ke Polda Sumut untuk menanyakan perkembangan kasus penyidikan kematian Andi Pangaribuan yang dianggap terlalu lama proses penyidikannya.

“Sudah hampir satu tahun laporan kita mengenai kasus ini. Tapi sampai saat ini belum ada titik terangnya,” ujar Sutrisno yang juga Wakil Bendahara Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Sumut ini.

Sutrisno mengaku bingung melihat kinerja kepolisian. Pasalnya, saat ini Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimun) Polda Sumut telah menetapkan dua petugas kepolisian Polres Tobasa menjadi tersangka, anehnya Bid Propam Polda Sumut justru menyatakan tidak menemukan adanya kesalahan yang dilakukan kedua tersangka.

Sebelumnya Polda Sumut sudah melakukan rekonstruksi yang dihadiri oleh saksi-saksi baik dari Kepolisian maupun dari pihak korban. Rekontruksi juga dihadiri Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sumut serta tim kuasa hukum korban, Bernard Simaremare.

Liston Hutajulu Ketua DPD Pospera Sumut berkomitmen akan tetap mengawal kasus ini hingga tahap akhir, sampai pengadilan memutus perkara tersebut. Liston berharap penyidik bersikap netral dalam mengawal kasus hukum.

“Kita lihat saja, kalau masyarakat kecil yang jadi tersangka langsung ditahan, sedangkan penegak hukum yang jelas menghilangkan nyawa tak kunjung ditahan,” kesal Liston. (Ded)

Comments
Loading...