Panwaslu Pandeglang Temukan Ribuan Pemilih Ganda

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pandeglang menemukan 1.364 NIK ganda selama proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Daftar Pemilih. Hasil ini ditemukan setelah Panwaslu melakukan analisa data pemilih per TPS model A-KWK dan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang diserahkan oleh KPU Pandeglang. 

“Panwaslu sudah menganalisa data A KWK, DP4 (Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu) DPT hasil sinkronisasi yang kita terima dari KPU Pandeglang, kemudian kita analisa dengan aplikasi Sianida (Sistem Analisis Kegandaan Pemilih). Lalu kita menemukan sementara 1.364 pemilik NIK Ganda,” ungkap Ketua Panwaslu Pandeglang, Nana Subana usai rapat koordinasi dengan KPU Pandeglang dalam rangka menyampaikan hasil analisis kegandaan pemilih, di Kantor Panwaslu Pandeglang. (29/09/2016).

Nana mengatakan, sesuai aturan KPU, maka salah satunya harus dicoret karena nantinya akan berpengaruh terhadap pemutakhiran data pemilih.

“Di lapangan, teman-teman pengawas, jika meyakinkan bahwa pemilih itu sudah meninggal maka harus dicoret juga dari Daftar Pemilih. Kegandaan NIK ini paling banyak ditemukan di Kecamatan Mandalawangi, sebanyak 98 data,” sebut Nana.

Nana memprediksi, jumlah itu akan terus bertambah seiring dengan jangka waktu Coklit yang masih tersisa 1 pekan lagi. Untuk itu, Panwaslu menekankan pada KPU, untuk lebih maksimal dalam melakukan pemutakhiran data pemilih.

“Kita mengingatkan KPU agar bisa menyelesaikan persoalan itu sebelum KPU menyusun Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada 21 Oktober mendatang,” pesan Nana.

Sementara itu, Ketua KPU Pandeglang, Ahmad Sujai menuturkan, hal itu sudah diteruskannya kepada Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) untuk segera diselesaikan. Suja’i pun mengakui, masih banyak ditemukan data pemilih yang tidak sesuai persyaratan, seperti pemeilih yang meninggal, pindah domisili, dan alih status sipilnya menjadi anggota militer.

“Kegandaan pemilih dari sistem Sianida ini, dalam waktu dekat akan kita tindak lanjuti kaitan dengan masalah kegandaan NIK, karena itu bisa saja orang yang sama,” tuturnya.

Adapun jumlah sementara pemilih yang sudah dilakukan proses Coklit, mencapai 1.026.000 pemilih yang dimutakhirkan.

“Pemutakhiran data pemilih saat ini masih berjalan, karena sesuai tahapan, PPDT (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) melakukan kegiatan Coklit dari tanggal 8 September–7 Oktober,” ujar Suja’i. (IY)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!