Pak Jokowi, Di Pakpak Bharat Masih Ada Desa yang Belum Dialiri Listrik

MENARAnews, Pakpak Bharat (Sumut) – Program Nawacita Jokowi yang menggaungkan 35.000 MW listrik disambut baik oleh masyarakat luas. Pasalnya masih banyak desa pelosok yang belum dialiri listrik sampai sekarang.

Bagi masyarakat Dusun Pangkalen, Desa Siempat Rube Empat, Kecamatan Siempat Rube, Kabupaten Pakpak Bharat, listrik adalah barang langka yang belum dinikmati oleh warga setempat sejak Indonesia merdeka. Padahal dusun lain di desa yang sama sudah menikmati listrik untuk kebutuhan sehari-hari.

Pengakuan Tumangger, salah satu warga Dusun Pangkalan yang nama lengkapnya enggan disebut, saat malam tiba dirinya hanya menggunakan lampu teplok untuk menerangi rumahnya. Sangat disedihkan saat anak-anaknya hendak belajar dimalam hari tidak merasa nyaman karena minim penerangan.

“Kasihan sama anak-anak bang, selalu ketinggalan pelajaran sekolah dibanding teman-temannya yang rumahnya sudah masuk listrik. Anak kami hanya bisa belajar saat matahari masih terang, kalau sudah malam jam tujuh langsung tidur lah, tidak ada yang bisa kami lakukan. Kampung ini pun gelap gulita seperti tidak ada kehidupan,” ujar Tumangger saat Tim MENARAnews.com menelusuri dusun itu, Selasa (6/8/2016).

Namun ada yang unik, beberapa rumah sudah memiliki panel surya untuk menyimpan listrik. Saat ditanya, Tumangger hanya mengendus dadanya dan menyebut kalau panel surya itu adalah bantuan dari calon kepala daerah yang menang saat Pilkada beberapa waktu lalu.

” Ada memang yang punya panel surya bang, tapi itu dikasih sama kepala daerah yang menang kemarin. Kami yang tidak mendukung hanya bisa lihat-lihat saja lah,” jawabnya.

Tumangger dan warga setempat sudah beberapa kali dijanjikan oleh pemerintah bahwa akan segera masuk listrik, namun semuanya hanya janji manis belaka, nyatanya hingga saat ini tidak ada satu pun tiang listrik terlihat.

“Sudah bosan lah bang dijanjikan, dari dulu selalu dijanjikan tapi tidak pernah direalisasikan. Kalau ada yang berjanji kami sudah malas lah kalau tak dibuktikan,” katanya dengan nada kesal.

Masih kata Tumangger, dulu pernah ada bantuan akan dibangun pembangkit listrik yang memanfaatkan tenaga air, namun tanpa alasan kontraktor yang menangani pembangunan proyek itu menarik peralatannya dan meninggalkan dusun itu.

Tumangger dan warga dusun itu berharap agar Bapak Presiden Jokowi mau melihat dan mendengar keluhan mereka. Apalagi dengan adanya dana desa dan program listrik 35.000 MW, listrik bisa dinikmati dengan segera oleh warga dusun Pangkalen. (Ded)

Comments
Loading...