Oknum TNI Sabang Jadi Penadah ‘Motor Panas’

MENARAnews, Banda Aceh (Aceh) – Aksi pencurian sepeda motor (Curanmor) di Kota Banda Aceh masih marak terjadi. Hari ini (15/9) Kepolisian Resort Kota Banda Aceh menggelar kasus Curanmor yang melibatkan peran salah satu oknum TNI.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T. Saladin menjelaskan, pelaku inisial KR (30 tahun, Swasta, Sumut) dan B (33 tahun, Buruh Bangunan, Sumut) serta satu orang lagi yang masih menjadi DPO menggunakan modus dengan Kunci T dalam setiap aksinya.

“Mereka beraksi sejak Oktober 2015,” ujar Kombes Pol T. Saladin di Mapolresta.

Sebelumnya, hasil pencurian tersebut sebagian besar dijual di Kota Sabang yang melibatkan peran oknum TNI AD berinisial DC (34 tahun, anggota Kodim Sabang) sebagai penadah dengan rata-rata harga 2,5 juta rupiah.

“Kita masih melakukan penyelidikan, karena biasanya mereka saling kenal dengan komplotan pelaku lain,” tutur Kapolresta Banda Aceh dengan berkeyakinan akan dapat mengungkap kasus Curanmor lainnya.

Sampai saat ini, jumlah sepeda motor yang diamankan oleh Polres Banda Aceh sebanyak 8 unit. Berikut adalah rincian barang bukti yang diamankan;

  1. Satu unit Honda Beat, warna putih tanpa nomor plat polisi
  2. Satu unit Honda NF 125 A1CF/MT, warna hitam nomor plat polisi BL 5546
  3. Satu unit Honda NF 125 TD warna hitam merah, tanpa nomor plat polisi
  4. Satu unit Honda Vario warna hita nomor plat polisi BL 6308 JL palsu
  5. Satu unit Yamaha Vixion warna merah silver palsu, tanpa nomor plat polisi
  6. Satu unit Yamaha Vixion warna merah hijau palsu nomor plat polisi BK 4740 RAP
  7. Satu unit Honda Scoopy warna merah cream nomor plat polisi BL 5575 WF palsu
  8. Satu unit Honda Beat warna hitam tanpa nomor plat polisi. (AM)
Comments
Loading...