Niat Tunaikan Ibadah Haji Bupati Banyuasin Gagal Usai Terjerat OTT KPK

MENARAnews, Banyuasin (Sumsel) – Niat Bupati Banyuasin Yan Ferdinan Anton untuk menunaikan ibadah haji tahun ini gagal karena ia terlebih dahulu terkena Operasi tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). OTT terjadi di Rumah Dinas Bupati Banyuasin yang terletak di Komplek perkantoran Pemkab Banyuasin di Pangkalan Balai sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu di Rumah Dinas tersebut sedang acara Yasinan menjelang Bupati Banyuasin dan istri berangkat haji pada 7 September 2016 mendatang.

Dari sekian banyak tamu yang datang, ternyata ada 8 orang petugas KPK yang ikut dalam syukuran tersebut. Saat semua undangan pulang dan rumah dinas sepi, saat itulah Sekda Banyuasin dan Kepala Dinas Pendidikan masuk dan menyerahkan sejumlah uang kepada Sang Bupati. Bersamaan dengan itu, petugas KPK langsung menangkap mereka dengan bukti uang yang diberikan.

Setelah ditangkap, Yan Anton beserta Sekda Banyuasin Firmansyah, Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin Umar Usman, Kepala Bagian Rumah Tangga Banyuasin Bustamin, dan satu orang pengusaha kemudian langsung dibawa ke Mapolda Sumsel di Palembang. Setelah kurang lebih 2 jam di dalam ruang Direktorat Reskrim Polda Sumsel, akhirnya Yan Anton dan sejumlah pejabat pun keluar ruangan sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka menuju bus milik Polda Sumsel untuk langsung diberangkatkan ke Jakarta.

“Maaf ya, maaf ya, maaf ya. Permisi,” kata Yan Anton menjawab singkat pertanyaan dari awak media.

Yan Anton beserta 3 orang lain dinaikkan ke atas bus. Ternyata Sekda Banyuasin, Firmansyah tidak ikut serta dalam rombongan. Sekda Banyuasin, Firmansyah mengatakan, penangkapan OTT KPK itu merupakan musibah bagi Yan Anton dan pemerintahan kabupaten Banyuasin.

“Ini adalah musibah. Semoga dikuatkan untuk beliau, keluarga dan semua masyarakat Banyuasin. Saya dibawa ke Mapolda Sumsel ini untuk mendampingi beliau, karena beliau memberikan pesan untuk tetap menjalankan roda pemerintahan Banyuasin,” beber dia.

Firmansyah enggan menjelaskan kasus apa yang menimpa Bupati Banyuasin. Ia hanya menceritakan kronologis penangkapan OTT KPK tersebut. Firmansyah mengakui sangat mengetahui dengan detail kronologis, karena pada saat itu, Firmansyah tengah berada di acara tersebut.

“Tapi saya tidak tahu apa yang terjadi. Siapa-siapa yang dibawa juga saya tidak melihat. Saat dibawa dari Banyuasin kan ada 4 mobil, kami semua terpisah. Saat di Mapolda pun, mereka didalam ruangan, sedangkan saya diluar ruangan,” beber dia.

Firmansyah tidak ikut ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih mendalam, ia pun dipesani untuk menjalankan roda pemerintahan di kabupaten tersebut.

“Saya tidak ikut, tapi saya akan meneruskan roda pemerintahan,” cetusnya.

Ditanya terkait kasus perizinan yang disebut-sebut menjadi masalah yang ada, Firmansyah enggan bicara.

“Saya tidak tahu apa masalahnya. Saya benar-benar tidak tahu. Saya belum dapat info ini,” ungkap Firmansyah.

Sementara itu, Sekda Provinsi Sumsel Mukti Sulaiman mengatakan, pihaknya belum mengetahui terkait adanya penangkapan OTT KPK terhadap Bupati Banyuasin itu.

“Saya akan mencari tahu terkait ini. Kalau benar adanya, pasti ada konsekuensi yang harus ditanggung yang bersangkutan,” tandasnya. (MA)

Comments
Loading...