“Ngenteg Linggih” Upacara 30-50 Sekali di Kabupaten Way Kanan

MENARAnews, Way Kanan (Lampung) – Upacara Ngenteg Linggih yang dilaksanakan 30-50 tahun sekali, diartikan  mengokohkan kedudukan Ida Bhatara secara niskala di Padmasana.

Acara yang di sebut Ngenteng Linggih ini dilaksana kan masyarakat Bali berkisar 30-50 tahun mereka menduduki daerah atau desa yang mereka huni sekarang ini. Acara yang di laksanakan di Pura Tangkas Kori Agung Desa Bali Sadar Utara Kecamatan Banjit.

Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Edward Antony selaku Wakil Bupati Way Kanan, Letkol Uchi Cambayong, Dandim (0427/WK), Kasat Lantas Polres Way Kanan, Made Sudastra yang mewakili Kapolres Way kanan, Zulkifli Camat Banjit,  Nyoman Karinu ketua Pharisade, Wayan Sugita Kepala Kampung Bali Sadar Utara.

Acara yang di persiapkan dalam kurun waktu enam Bulan atau setengah Tahun ini Menghabiskan dana sekitar 350 juta-500 juta yang dikumpulkan dari sumbangan sukarela masyarakat  selama 10 tahun terakhir.

Maksud dan tujuan diadakannya Upacara Ngenteng Linggih ini adalah untuk mensucikan dan mensakralkan Stana Sang Hyang Widhi dan Manifestasi-manifestasinya, sehingga bangunan ini memenuhi syarat sebagai “Niyasa”(Simbol) Objek konsentrasi Pemujaan. Hal ini di sampai kan oleh Ketua Panitia, I komang Budiyasa.

I komang juga menambahkan arti dari Ngenteng Linggih, dalam bahasa Bali adalah Ngenteng artinya Mengukuhkan dan Linggih artinya Kedudukan.

“Bahwa acara ini adalah sebagai bentuk rasa syukur umat Hindu yang ada di Way kanan, di Karenakan mereka sudah mendiami Wilayah ini selama 53 Tahun, inilah tempat tinggal mereka dan tanah kelahiran mereka.” ujar Edward Antony.

Dengan demikian, antara masyarakat pendatang Bali dan penduduk Pribumi Way kanan bisa hidup rukun berdampingan dengan suku lain yang ada di Kabupaten Way kanan demi menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika. Persatuan dan kesatuan, dan menjunjung 4 pilar yang ada di Republik Indonesia.(DA)

Comments
Loading...