Menjelang Idul Adha, Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Permintaan kebutuhan pokok masyarakat Kalimantan Tengah khususnya menjelang perayaan Raya Idul Adha 10 Zulhijjah 1437 H atau tepatnya Senin 12 September 2016 Sejauh ini tidak mengalami peningkatan seperti halnya pada perayaan Hari Raya Idul Fitri kemarin. Hal ini terlihat berdasarkan pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalteng. Hal yang sama juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, permintaan kebutuhan pokok tidak mengalami lonjakan yang begitu signifikan.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindak Provinsi Kalteng, H. Ilham Fauji saat dikonformasi Menaranews, Jum’at (02/09/2016) terkait hal itu menjelaskan, jika dikaitkan dengan pendiatribusian bahan kebutuhan pokok hingga sampai saat ini relatif lancar.

“Tidak ada hambatan, termasuk pendistibusian barang dari luar wilayah Kalimantan Tengah, seperti dari daerah Jawa sampai saat ini belum ada kendala yang begitu berarti.” jelas Ilham di Palangka Raya.

Menyangkut ketersedian bahan pokok yang ada di wilayah Kalteng, dikatakanya, sejauh ini masih terpantau aman. bahkan ketersedian bahan pokok mencukupi untuk bebeberapa bulan kemudian.

Namun kenaikan harga sempat terjadi pada beberapa komoditas kebutuhan di beberapa kabupaten, seperti kenaikan harga daging ayam broiler dari Rp 26.000 menjadi Rp 35.000 per Kg, cabe rawit hijau dan merah dari Rp 40.000 menjadi Rp 50.000 per Kg.

“Jadi kenaikan harga daging ayam kemarin hanya bersifat sementara saja sebetulnya. Kalau ada gangguan pasokan, itu memang sangat mempengaruhi terhadap perkembangan harga di pasaran” tambahnya kembali.

Oleh karena itu, lanjutnya menambahkan, Pemerintah Daerah berharap kondisi stok khusus ditingkat peternak ayam dapat memiliki ketersedian yang cukup. Dan menurut informasi dari Instansi terkait, kebutuhan akan daging ayam atau daging sapi sampai saat ini masih cukup.

Melalui Pemerintah Daerah khususnya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis terkait hendaknya bisa melakukan koordinasi dan tukar informasi mengenai ketersedian, harga pasar dan lain sebagainya secara terus menerus, sehingga bisa medapatkan solusi khususnya dalam menstabilkan harga di pasar.

Berdasarkan sumber dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalteng harga kebutuhan bahan pokok hingga akhir Agustus 2016 diantaranya harga Beras dari harga Rp.12.000 sampai Rp.16.000 per Kg, gula pasir  harga Rp.14.000 per Kg, minyak goreng dari harga Rp.9.500 sampai Rp.15.000 per liter, tepung terigu dari Rp.8.000 sampai Rp.10.000 per Kg, daging ayam broitel Rp.31.000 per Kg, daging ayam kampung Rp.68.000 per Kg.

Selanjutnya, daging sapi segar dari harga Rp.115.000 sampai Rp.125.000 per Kg, telur ayam broiler Rp.1.500 per butir, telur ayam kampung Rp.1.800 per butir, telur itik Rp.2.500 per butir, cabe besar dari keriting dan biasa seharga Rp.50.000 per Kg, cabe rawit hijau-putih dari harga Rp.40.000 sampai Rp.50.000 per Kg.

Harga bawang mereh Rp.40.000 per Kg, harga bawang putih Rp.38.000 per Kg, susu SKM dari Rp.9.500 sampai Rp.10.000 per bungkus, susu bubuk dari Rp.32.000 sampai Rp.45.000 per bungkus, garam bata Rp.750 per batang, garam halus Rp.8.200 per Kg, kacang kedelai Rp.11.000 sampai Rp.13.000 per Kg.

Kacang hijau Rp.22.000 per Kg, kacang tanah Rp.30.000 per Kg, Mie Instan (Karih Ayam.red) Rp.2.000 per Kg, Ikan Asin teri Rp.80.000 per Kg, Ketela Pohon Rp.3.000 per Kg, dan harga jagung piliar kering Rp.6.000 per Kg. (Arliandie)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...