Kunjungan Pribadi Melky Frans ke Timor Leste Bawa Manfaat Bagi Maluku

MENARAnews, Maluku (Ambon) – Memanfaatkan kedekatan pertemanan semasa mendiami Dili pra-referendum dengan pejabat-pejabat di Negara Timor Leste, Melky Frans mencoba menjalin kembali persahabatan Negara Timor Leste dengan Maluku saat berkunjung di pertengahan Agustus lalu.

”Banyak teman yang kini menjadi legislator tingkat pusat, bahkan ada yang jadi menteri. Jadi saat berkunjung kesana saat bertemu dengan mereka, saya mencoba mengupayakan untuk menjalin kerja sama dengan Maluku. Karena bagaimanapun, mereka masih menganggap Indonesia sebagai negara yang membesarkan mereka, termasuk Maluku lebih khusus masyarakat di Maluku Barat Daya (MBD) yang masih memiliki pertalian darah dan bersudara,” kata Melky, Kepada wartawan, Rabu (14/9/16) di Kampus Institut Teknologi Timor Leste.

Sapaan akrab anggota DPRD dapil MTB/MBD ini dalam sebuah percakapan dengan Rakyat Maluku di Baileo Rakyat Karang Panjang, kemarin. Kerja sama apa saja yang diupayakan? Ditanya begitu Melky mengatakan kerja sama bisa dilakukan di berbagai bidang. Salah satu jangka pendeknya adalah kini masyarakat dari Wetar lebih khusus dari Pulau Lirang yang sangat berdekatan dengan Timor Leste bisa menjual hasil laut di Kota Dili.

”Saya langsung bertemu dengan komandan polisi perairan Timor Leste dan membicarakan hal itu. Mereka kini mengijinkan masyarakat dari Wetar untuk berjualan ikan di Dili. Tentunya masyarakat kita dikawal oleh polisi perarian sampai jualannya habis dan kemidan mengantarnya ke perahu untuk kembali ke Pulau Lirang, Wetar,” pungkasnya.

Melky juga mengatakan bahwa ia bertemu dengan Ketua Komisi Pendidikan dan Kesehatan Negara Timor Leste dan membicarakan tentang pelayanan kesehatan bagi masyarakat Maluku asal Wetar yang selama ini berjalan.

”Saya mengucapkan banyak terima kasih karena selama ini masyarakat kita dari Wetar ketika sakit dan lebih memilih berobat ke Timor Leste karena dekat dilayani dengan sangat baik. Bayangkan mereka dijemput dengan helikopter dari Atauru ke rumah sakit di Dili. Dirawat gratis, lalu diantar lagi ke Atauru baru dipulangkan dengan motor laut ke Pulau Lirang. Ini sangat luar biasa. Mereka juga berencana membangun rumah sakit bertaraf internasional di Los Palos agar bisa dengan mudah melayani masyarakat dari Wetar,” pungkasnya.

Masyarakat Wetar nemang punya hubungan kekeluargaan dengan warga Timor Leste. Bahasa Tetun yang menjadi bahasa negara Timor Leste juga dipakai di sebagian wilayah di Wetar, bahkan mereka punya kesamaan marga. Koran ini punya catatan bahwa setiap Natal, ada kunjungan keluarga dari Timor Leste ke Pulau Lirang.

Warga Timor Leste dikawal oleh polisi perairan. Mereka sempat nginap satu malam dan bersilahturahmi serta menggelar syukuran Natal sebelum kembali ke Timor Leste. Ditambahkan Melky Frans, dengan Ketua Komisi Pendidikan dan Kesehatan yang berpeluang kedepan menjadi Menteri Pendidikan itu, dirinya juga berbicara terkait kerja sama di bidang pendidikan.

”Di Timor Leste, ada Dili Institut Teknologi Timor Leste (DIT). Ada jurusan perminyakan dan managemen perminyakan. Saya juga sudah bertemu dengan rektornya, Calito Manuel Voung DHd.

Kebetulan karena kenal dekat semasa masih di Dili dulu. Kita sudah bicarakan kerja sama karena kebetulan di Ambon akan dibuka Institut Teknologi Ambon atas ide Gubernur Maluku Said Assagaff. Kedepan akan ada kerja sama antara kedua perguruan tinggi ini. Ini juga peluang bagi anak-anak perbatasan di MBD kuliah di DIT,” pungkasnya.

Melky juga mengungkapkan kekagumannya terhadap sistem pembangunan di Timor Leste yang sangat fokus. Beberapa tahun terakhir ini, Timor Leste hanya fokus pada pembangunan di bidang kelistrikan dan telekomunikasi. Listrik di Timor Leste itu bisa ikut melayani keseluruhan MBD dan MTB. Sinyal telepon mencakup semua pelosok yang ada di Timor Leste.

‘Kalau orang bilang Timor Leste itu miskin itu sangat tidak benar. Mereka itu justru negara yang kaya. Pendapatan negara terbesar berasal dari tambang minyak. Bayangkan hanya 2 persen dari pendapatan itu yang mereka pakai saat ini untuk membiayai negaranya. Sisanya mereka simpan di Bank Dunia. Saya mengetahuinya ketika bertemu dengan badan yang menangani pengelolaan keuangan negara.Tahun ini mereka mulai fokus untuk membangun infrastruktrur. Master plan-nya sudah siap dan kedepan Dili akan seperti Singapura,” beber Ketua Komisi A DPRD Maluku ini.

Ditambahkan pula, semua warga yang berusia lanjut di Timor Leste dibiayai oleh negara.

”Ya kalau dirupiahkan sekitar dua jutaan setiap bulan. Pendidikan mulai tingkat SD sampai SMA benar-benar gratis. Demikian pula dengan pelayanan kesehatan. Mereka sangat makmur.” Ia juga menceritakan tentang upaya kerja sama di bidang olahraga yang bakal dirintis.

”Saya kebetulan dulu di Dili manager club sepakbola Hiriwa. Kita tiga tahun berturut-turut menjadi juara di Timur-Timor dan kebanyakan pemain saya dulu kini mejadi pelatih, bahkan banyak yang kini menjadi perwira baik di tentara maupun polisi. Nah, kedepan, saya akan mengupayakan untuk mengirim pemain sepakbola dari Maluku untuk bermain di sana. Mereka akan digaji. Lumayan kalau sebulan mereka bisa mendapat gaji sampai Rp 30 juta,” ringkasnya.

Melky juga katakan bahwa dia sementara mengupayakan untuk menghadirkan Gubernur Maluku di Dili dalam rangka mengikuti konferensi pariwisata internasional yang akan berlangsung akhir November 2016 ini di Dili. ‘

‘Saya sudah minta mereka mengirimkan undangan kepada Gubernur Maluku agar menjadi dasar untuk pengurusan perijinannya di pusat. Saya juga berkeinginan agar perdana menteri Timor Leste hadir pada Konferensi Melanesia yang akan berlangsung di Maluku,” tambahnya.

Melky memimpikan, kunjungan Gubernur ke Timor Leste nanti harus via MBD agar bisa keliling dulu ke MBD dan terakhir dari Pulau Kisar dan Lirang menuju Los Palos dan kemudian ke Dili. ‘

‘Kami juga sudah membicarakan soal penjemputan Gubernur di sana. Nanti ada pengawalan dari kapal patroli dari polisi perairan Timor Leste. Ini akang menjadi berita yang heboh,” pungkasnya.

Maluku, lanjut dia, harus bisa memanfaatkan kerja sama dengan Timor Leste ini dengan baik.

”Ini kesempatan yang baik bagi kita untk membuka kerja sama di semua bidang dengan Timor Leste,” tutupnya. (RM)

Comments
Loading...