Melindungi Tenaga Kerja Melalui Sosialisasi Ketenagakerjaan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Guna melindungi tenaga kerja terhadap resiko-resiko yang akan dipadapi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus melakukan upaya dalam mendorong peluasan kepesertaan melalui Badan Peyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) baik Ketenagakerjaan ataupun Kesehatan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalteng, Hardy Rampay menyampaikan, berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Kalteng telah terdaftar 4.248 perusahaan aktif dengan tenaga kerja formal berjumlah 229.424 orang dan tenaga kerja informal sebanyak 5.335 orang.

“Angka kerja berdasarkan berita resmi statistik, keadaan ketenagakerjaan Provinsi Kalteng berdasarkan data sampai dengan 4 Mei 2016 sebanyak 1.238.677 orang,” jelas Herdy Rampay saat membuka kegiatan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan DPA Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Kalteng, Kamis (15/09/2016) Aula Kantor Disnakertrans Kalteng di Palangka Raya.

Hardy menambahkan, masih banyak tenaga kerja yang belum terdaftar ke BPJS Tenagakerjaan. Tidak hanya itu, angka pengangguran di wilayah Provinsi saat ini pada periode Februari 2016 tercatat sebanyak 3,67 persen dari jumlah penduduk, dimana angka pengangguran terbuka mengalami penurunan dibandingkan dengan persentase pada periode Agustus 2015 mencapai 4,54 persen.

“Tetapi kita harus mewaspadai juga, sering kita temui dan disampaikan baik melalui tenaga kerja atau serikat buruh bahwa nantinya akan terjadi PHK yang cukup signifikan, dan Pemerintah Daerah akan segera melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten beserta perusahaan yang nantinya akan melakukan PHK,” jelasnya menambahkan.

Tentunya dengan persentase yang sudah ada, pihaknya tidak menginginkan adanya penambahan persentasi di angka penganguran. Bahkan angka 3,67 persen tersebut persentasenya lebih kecil dibandingkan dengan angka pengangguran terbuka di Provinsi lain seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

“Mudah-mudahan dengan kerjasama yang baik antara Pemerintah Daerah, serikat buruh, dan perusahaan. Sehingga potensi terjadinya peningkatan angka pengangguran bisa ditekan,” paparnya kembali menambahkan.

Mewakili BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palangka Raya, Wahyu dalam pemaparanya menyampaikan, dalam waktu dekat akan menjalin kesepakatan dan kerjasama antara BPJS Ketenagakerjaan dan Jasa Raharja.

“Dengan maksud kedepannya porsi dan tugas serta tanggungjawab baik yang dimiliki BPJS tenagakerjaan atau Jasa Raharja bisa dipilah.” tutupnya. (Arliandie)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...