Mafia Proyek Diduga Bermain di Lingkugan SKPD Banyuasin

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Gabungan LSM Anti Korupsi dan KKN melakukan aksi unjuk rasa di halaman Polda Sumsel, Jumat (16/9). Aksi tersebut dilakukan karena adanya indikasi kecurangan pada pelelangan tender proyek di lingkungan SKPD Kabupaten Banyasin. Dugaan muncul setelah operasi tangkap tangan terhadap Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian oleh Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) di rumahnya.

Menurut salah satu pengunjuk rasa, Alex Kajurda, menjelaskan bahwa tertangkapnya Bupati Banyuasin membuktikan bahwa banyak pejabat yang korupsi di Proyek SKPD Kab. Banyuasin. Permainan lelang tender dilakukan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Setda Kab. Banyuasin.

“Otak pelaku mafia proyek adalah Ketua LPSE Setda Kab. Banyuasin. Mereka mengatur tender dan mengarahkan pemenang. Lalu memungut biaya sebesar 3 persen skepada setiap pemenang saat pengumuman pemenang tender,” ungkap Alex dalam orasinya.

Alex menambahkan, LPSE sebagai lembaga pengelola lelang tender yang dilakukan secara online telah merekayasa pemenang tender. Jika dihitung makan puluhan milliar dana pungutan liar ini telah mengalir ke rekening mafia proyek di Kab. Banyuasin.

“Kami menuntut penyelidik polda sumsel untuk mengusut dan mengungkap mafia proyek tersebut. Apabila perlu langsung penjarakan mereka,” tukas Alex. (AZ)

Comments
Loading...