KPK Geledah Pemberi Uang Suap dan Rumah Dinas Bupati Banyuasin

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (7/9) menggeledah rumah dan kantor Direktur CV Putra Pratama, Zulfikar Muharrami di Jalan Tanjung Sari II RT 33 RW 8 Kelurahan Bukit Sangkal Kecamatan Kalidoni Palembang, Sumsel.

Zulfikar merupakan pemberi uang suap proses perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di Dinas Pendidikan dan dinas-dinas lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuasin kepada Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian.

Kini Zulfikar dan Yan Antorn Ferdian telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus ini.

Pantauan di lokasi, dalam pengeledahan tersebut penyidik KPK terbagi dua tim. Tim pertama mengeledah dua rumah mewah milik Zulfikar dan sebuah rumah yang dijadikan kantor CV Putra Pratama di Jalan Tanjung Sari II Palembang.

Sementara tim KPK yang kedua melakukan penggeledahan di Rumah Dinas Bupati Banyuasin Yan Anton di Komplek Pemkab Banyuasin, Kantor Bupati Banyuasin di Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin.

Selain itu Kantor Dinas Pendidikan Pemkab Banyuasin di Jalan Sekojo Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin Kabupaten Banyuasin juga digeledah KPK.

Untuk dikediaman Zulfikar penggeledahan dilakukan KPK sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB.

Setelah dilakukan penggeledahan tim KPK yang terlihat mengenakan rompi KPK serta dikawal polisi bersenjata lengkap laras panjang, keluar dari rumah Zulfikar dan Kantor CV Putra Pratama.

Ketika itu penyidik KPK membawa dua kardus, satu koper dan dua buah tas yang di dalamnya diduga berisi berkas dan dokumen penting yang dijadikan barang bukti untuk kasus suap ini.

Ketua RT setempat Ibrahim mengatakan, Zulfikar baru tiga tahun tinggal di RT 33 RW 7. Sejak tinggal di lokasi sampai kini Zulfikar kerap bermasyarakat bahkan juga sering memberi bantuan jika ada kegiatan kegiatan di RT nya.

“Dulu rumah yang dijadikan kantor itu merupakan rumah Zulfikar. Kemudian tahun 2015 Zulfikar membangun dua rumah mewah diserbang jalan, pembangunan rumahnya baru-baru inlah selesai dan kini Zulfikar, isteri dan dua anaknya tinggal di rumah besar tersebut,” kata Ibrahim.

Sementara Plh. Kabiro Humas KPK Yuyuk Andrianti saat dikoonfirmasi membenarkan jika KPK telah menggeledah rumah Zulfikar di Palembang.

“Zulfikar merupakan salah satu tersangka dari tersangka lainnya yakni: Yan Anton, Umar Usman (Kepala Dinas Pendidikan), Suyatno (Kasi di Dinas Pendidikan Banyuasin), Rustimin (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekda Banyuasin), dan Kirman (pihak swasta). Enam tersangka ini ditetapkan setelah KPK melakukan OTT di rumah dinas bupati banyuasin,” ujarnya.

Selain Zulfikar, lanjut Yuyuk, di Banyuasin KPK juga telah menggeldah Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Kantor Bupati Banyuasin, dan Kantor Dinas Pendidikan Banyuasin.

“Dari penggeledahan itu penyidik menyita sejumlah dokumen untuk dijadikan barang bukti,” tutupnya. (SI)

Comments
Loading...