Jelang Idul Adha, Distanla Cek Kelayakan Hewan Kurban

MENARAnews, Medan (Sumut) – Dinas Pertanian dan Kelautan Pemko Medan menyidak beberapa tempat penjualan ternak untuk kurban jelang Hari Raya Idul Adha. Kesehatan hewan kurban lembu dan kerbau dicek kesehatannya.

Salah satu tempat penjualan hewan kurban di Jalan Avros, Kecamatan Medan Polonia disambangi oleh tim paramedis Distanla. Disana terdapat puluhan lembu dari berbagai jenis. Paramedis hewan ternak dari Distanla Labuhan Siregar menjelaskan beberapa indikator ternak kurban yang dikatakan sehat.

“Dikatakan sehat apabila dia tidak ada suatu cacat, tidak kurus, pernafasannya normal, suhu tubuhnya normal dan cukup umur atau istilahnya sudah jatuh gigi,” kata Labuhan, Selasa (06/09/2016).

Setelah dinyatakan sehat hewan kurban tersebut akan mendapat surat pernyataan sehat dari Distanla. Artinya lembu tersebut sudah layak untuk dijual.

“Bila ditemukan tidak sehat maka surat itu tidak diberikan. Dan akan kita bilang ke pemilik ternak untuk ternak yang tidak sehat agar tidak dijual,” katanya.

Dari puluhan ternak yang diperiksa ada dua ekor lembu yang tidak layak dijual. Dikarenakan terjadi pembengkakan pada testis lembu dan kondisi berat tubuh yang kurang.

Selain ada dua lembu yang tidak layak jual, Distanla juga menemukan adanya gejala penyakit cacing hati pada ternak kurban. Namun hal tersebut dianggap tidak berbahaya.

“Kalau itu masih boleh, ” imbuh Labuhan.

Distanla akan terus menggencarkan pengecekan kesehatan hewan kurban. Bahkan pengecekan akan dilakukan hingga saat Hari Raya Idul Adha.

“Kita akan cek sampai hari raya, kita juga akan ke mesjid mesjid untuk mengecek,” pungkas Labuhan.

Selain diberikan surat tanda sehat, Distanla juga memberi tanda huruf S di tubuh ternak. Tanda itu berarti hewan sudah di cek dan salam kondisi sehat. (Yug)

Comments
Loading...