Jadi Tersangka Korupsi Lahan Kuburan, Wabup OKU Dijerat Pencucian Uang

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Wakil Bupati (Wabup) Ogan Komering Ulu (OKU),  Johan Anuar, Senin (19/9) diperiksa penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus.

Johan diperiksa untuk status tersangka dalam dugaan kasus korupsi penyediaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Baturaja Timur OKU tahun 2012 lalu, yang ketika itu Johan masih menjabat sebagai Ketua DPRD OKU.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova mengatakan, Johan Anuar diperiksa setelah satu minggu sebelumnya ditetapkan tersangka dalam dugaan kasus ini.

Menurut Djarod, bahkan dalam dugaan kasus ini, tersangka Johan Anuar dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Jadi selain dikenakan UU Tipikor tersangka juga disangkakan UU Pencucian uang yang ancaman pidananya mencapai 20 tahun penjara.,” tegas Djarod.

Masih diungkapkannya, penetapan tersangka terhadap Johan merupakan pengembangan dari empat tersangka lainya yakni, Hidirman (pemilik lahan), Najamuddin (Kepala Dinas Sosial OKU), Akhmad Junaidi (eks Asisten I OKU), dan Umirtom (eks Sekda OKU) yang keempat tersangka tersebut kini telah divonis di Pengadilan Negeri Kelas I Palembang.

“Jadi, dugaan keterlibatan yang bersangkutan hasil dari pengembangan penyelidikan dari empat tersangka yang sebelumnya,” kata Djarod.

Lanjutnya, pemeriksaan terhadap Johan dilakukan penyidik di Polda Sumsel sejak pukul 10.00 WIB dan hingga sore hari.

“Sampai sore ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk melengkapi berkas perkara tersangka, yang selanjutnya nanti berkas perkaranya akan dilimpahkan ke kejaksaan,” tutup Djarod.

Sementara Johan Anuar terlihat tiba di Mapolda Sumsel dengan mengendarai Mobil Toyota Fortuner  BG 1469 Z. Setelah itu Johan yang terlihat mengenakan kemeja putih langsung masuk ke ruangan penyidik.

Lalu, sekitar pukul 12.00 WIB Johan izin keluar kepada penyidik untuk istirahat makan siang dan pada pukul 13.00 WIB, Johan kembali ke Polda Sumsel melanjutkan pemeriksaannya.

Tak banyak kata yang dilotarkan Johan kepada sejumlah awak media. Johan hanya mengatakaan, maaf ya sorry bos.

“Maaf ya maaf, sorry ya bos,” singkat Johan ketika berjalan menuju ruang penyidik.

Diketahui proyek penyediaan lahan TPU ini menggunakan anggaran dari APBD tahun 2012 senilai Rp 6,1 miliar. Bahkan hasil audit BPK RI Perwakilan Sumsel dalam proyek ini  diduga terjadi kerugian negara, sekitar Rp 3 miliar. (SI)

Comments
Loading...