Indonesia Berkeadaban, Merawat Indonesia Maju Tanpa Radikalisme

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – “Merawat Indonesia Maju Tanpa Radikalisme” adalah tema yang diusung dalam kegiatan Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh komunitas Youth Populi Institute di Gedung Koperasi Pedoman. (27/09/2016)

“Indonesia adalah negara penganut agama Islam terbesar di dunia, kekerasan yang dilakukan oleh kaum muslimin yang membuat opini publik bahwa Islam adalah agama kekerasan, padahal agama Islam memiliki toleransi dalam keberagaman”, ungkap Sekretaris Kesbangpol Provinsi Banten Mahmud saat membuka kegiatan seminar.

“Saat ini banyak terjadi konflik yang berdasarkan agama. Beruntung di Indonesia hal tersebut tidak terjadi sehingga dapat Indonesia menjadi contoh bagi negara lain”, imbuhnya.

Ia mengakui, Islam dianggap agama ekstrim padahal teror yang ada tidak hanya semata-mata berlatar belakang agama. Untuk itu, Ormas, Lembaga Pendidikan, dan para tokoh sangat berperan dalam meluruskan anggapan negatif tentang Islam.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Umum Mathlaul Anwar Pengurus Besar Mathlaul Anwar Zainal Abidin Suja’i menjelaskan, perlu diingat bahwa setiap orang menganggap bahwa agama yang dianut merupakan agama yang paling benar bukan agama orang lain.

‘Permasalahan yang dihadapi adalah media saat ini lebih cenderung memuat konten terkait Islam adalah agama kekerasan”, terang Zainal.

Ia menegaskan, kehadiran Islam sebagai bentuk komunitas yang kokoh merupakan suatu hal yang tidak dikehendaki oleh negara-negara Super Power. Negara Super Power khawatir akan kekuatan yang dimiliki Islam sehingga berpotensi mengganggu stabilitas kekuasan yang dimilki.

“Apalagi secara kebetulan Sumber Daya Alam hampir berada pada Negara-Negara Islam sehingga negara tersebut dibenturkan antara satu dan yang lain”, tuturnya. (IY)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!