HIV-AIDS Terus Meningkat, KPA Kalteng Sosialisasikan Pencegahan Dan Penanggulangan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Pemerintah Daerah melalui Komisi Penganggulangan Aids (KPA) Provinsi Kalteng akhir-akhir ini gencar melakukan sosialisasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS kepada masyarakat melalui kelompok-kelompok organisasi kemasyarakatan/Swasta maupun pemerintahan tidak terkecuali di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pj.Gubernur Kalimantan Tengah, Hadi Prabowo sebelumnya mengeluarkan rekomendasi melalui surat nomor 13/A/KPA-KTG/I/2016 tertanggal 21 Januari 2016 perihal sosialisasi upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS kepada seluruh Kepala Dinas/Badan/Instansi/Lembaga/SKPD lingkup Provinsi Kalteng. Kebijakan tersebut bermaksud untuk menyiapkan waktu dan memfasilitasi peningkatan pengetahuan tentang bahaya HIV dan AIDS kepada semua ASN di lingkunganya masing-masing, dengan melibatkan KPA Provinsi Kalteng selaku Pemateri.

Tim Asistensi KPA Kalteng, Sinsigus usai memberikan sosialisasi di Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Kalteng, Rabu (14/09/2016) di Palangka Raya menyampaikan, kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan selama ini bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat paham tentang HIV-AIDS.

“Termasuk bagaimana pencegahanya dan penularannya seperti apa dan bagaimana pengobatanya. Kita berharap masyarakat lebih tau banyak tentang HIV-AIDS, jangan hanya istilahnya saja yang tau. Dan bahanya lagi, orang yang tidak tau sangat berisiko sebagai orang yang terkena ataupun sebagai penular,” jelas Sinsigus diwawancarai.

Tentu dengan amanat Undang-Undang serta tugas yang diberikan oleh Gubernur Kalteng selaku Ketua KPA Kalteng, dikatakanya, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi agar setiap ASN sendiri mendapatkan pengetahuan yang cukup tentang HIV-AIDS. Sejauh ini KPA Kalteng sendiri berasumsi, pengatahuan ASN tentang HIV-AIDS masih terbilang rendah.

Berdasarakan hasil survey KPA Kalteng, usia anak-anak dari umur 15 sampai 24 tahun pengetahuan terhadap apa itu HIV-AIDS masih tergolong rendah, sehingga dengan lebih mengetahui hal tersebut, lanjutnya kembali, akan menjadi pemberi informasi kepada masyarakat lainya baik itu orang tuanya sendiri, keluarga, dan lain sebagainya.

“Sosialisasi ini sebelumya sudah kita berikan, tidak hanya di lingkup ASN saja, tapi juga kepada seluruh lapisan masyarakat. Sosialisasi penanggulangan dan pencegahan HIV-AIDS ini merupakan agenda tahunan yang kita laksanakan dan didukung oleh Pemerintah secara penuh.” jelasnya menyampaikan kembali.

Terkait perkembangan kasus masyarakat yang terkena HIV-AIDS di Kalteng berdasarkan data dari tahun 2015 ke Maret 2016 cukup memperihatinkan, yang mana seluruh Kabupeten/Kota se-Kalteng terdapat jumlah kasus HIV-AIDS, parahnya lagi kecendrungan tiap tahunya lagi mengalami peningkatan.

Berdasarkan data jumlah penderita atau kasus HIV-AIDS yang tercatat sampai dengan Maret 2016 di Kabupaten/Kota Se Kalteng dari KPA Kalteng terdapat 711 penderita, dengan rincian HIV sebanyak 522 dan AIDS sebanyak 189 penderita. Sedangkan untuk data jumlah penderita atau kasus di tahun 2015 lalu tercatat sebanyak 587 penderta atau kasus HIV-AIDS dengan rincian 427 HIV dan 160 AIDS.

Dari hasil data di tahun 2016, Palangka Raya masih berada di peringkat teratas dengan jumlah kasus terbanyak yakni 177 kasus HIV dan 90 kasus AIDS dengan, perbandingan data di tahun 2015 yakni 144 Penderita/Kasus HIV dan 61 AIDS disusul Kotawaringin Timur 138 HIV dan 38 AIDS, Kotawaringin Barat 76 HIV dan 18 AIDS, dan Katingan 17 HIV dan 5 AIDS. (Arliandie)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...