Gubernur Kalteng Akan Surati Kementrian Perdagangan Perihal Masalah Ini

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kebijakan larangan ekspor rotan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementrian Perdagangan RI secara tidak langsung mempengaruhi menurunnya harga komuditas rotan, khususnya di Kalteng. Hal ini berimbas pada kelangsungan budidaya rotan di 14 Kabupaten/Kota khususnya Kabupaten Kotawaringin Timur yang baru-baru ini menyuarakan permasalahn tersebut.

Menyikapi adanya peryataan desakan masyarakat khususnya petani rotan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur kepada Pemerintah Provinsi Kalteng agar memberikan solusi terkait persoalan harga rotan, akhirnya ditanggapi oleh Gubernur Kalteng yakni Sugianto Sabran, usai menghadiri kegiatan pengukuhan dewan pengurus asosiasi perusahaan tambang (APTA) Kalteng periode 2016-2020 dan sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 15 tahun 2016 tentang optimalisasi Pendapatan Daerah Provinsi Kalteng kamis (01/09/2016) di Swiss-BelHotel Danum Kota Palangka Raya Kota Palangka Raya.

Sugianto mengatakan, Pemprov Kalteng dalam waktu dekat akan menyurati Kementrian Perdagangan RI agar bahan baku rotan khususnya di wilayah Kalimantan Tengah di ekspor keluar untuk sementara waktu sebelum melakukan kesiapan-kesiapan dari Pemerintah Daerah sendiri.

“Ini sementara saja sifatnya, selagi Pemerintah Daerah mencari solusi jalan keluar yang lain, apakah nantinya Pemerintah sendiri membangun Home Industri sendiri agar kualitas rotanya lebih bagus dan mampu bersaing,” jelas Sugaito Sabran diwawancarai Menaranews.

Dirinya menjelaskan, permasalahan ini memang sedang dihadapi berbagai daerah di Indonesia sehingga perlu dicari solusi dan jalan keluar bersama.

“Persoalan ini tidak hanya terjadi di wilayah Kalimantan Tengah saja, akan tetapi hampir di seluruh dunia dan bukan di Indonesia saja, namun Pemerintah Daerah tetap melakukan upaya dan berusaha mengatasi hal tersebut,” Jelasnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Dadang H. Syamsu mengatakan, Pekan depan DPRD Kotim, akan mengundang seluruh Kepala Desa yang ada, guna mencarikan solusi soal harga beberapa komoditas khususnya rotan. Mereka juga akan mendesak Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran untuk berani menyampaikan persoalan masyrakatnya itu kepada pemerintah pusat.

“Pekan depan rencana akan dijadwalkan pertemuan antara Dewan dan para kades serta pengusaha rotan untuk mendesak gubernur soal harga rotan yang kini tengah terpuruk,” ujar anggota DPRD Kotim, Dadang H Syamsu, Rabu (31/08/2016).

Menurut Dadang, point utama yang dihasilkan nantinya bermuara kepada desakan untuk Gubernur Kalteng agar menyampaikan ke pemerintah pusat bisa merevisi atau mencabut aturan tentang larangan ekspor rotan. Cara itu dianggap jitu dan solusi terakhir dari kalangan asosiasi petani rotan.

“Itu salah satu solusi yang akan kita tempuh, karena hampir lima tahun ini kondisi petani (rotan red.) terpuruk, ” tegasnya. (Arliandie/Dayat)

Editor: HIdayat

Comments
Loading...