GP Ansor, Siap Kawal NKRI Menuju Papua Bangkit dan Mandiri

MENARAnews, Jayapura (Papua) – Gerakan Pemuda Ansor Wilayah Papua, menggelar Diklatsar Banser Gabungan angkatan ke-I Provinsi Papua dan Papua Barat di Bumi Cenderawasih dengan tema “Meneguhkan Semangat Nasionalisme Mengawal NKRI Menuju Papua Bangkit Mandiri dan Sejahtera”, Kamis (15/9/16).

Dalam sambutanya, Ketua Wilayah Papua Gerakan Pemuda Anshor Amir M. Matubun mengatakan, dengan berlangsungnya pendidikan latihan dasar angkatan pertama di Papua dan Papua Barat, kader-kader akan siap untuk mengawal negara kesatuan republik Indonesia.

“Tugas utama banser Anshor ialah menjaga agama dan menjaga ulama, karena kami sangat memahami tentang nilai-nilai toleransi beragama dan kita merupakan contoh bagi masyarakat islam yang ada di Papua,” katanya.

Seluruh peserta kader yang akan mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar diharapkan senantiasa menjaga kondisi fisik, serta bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan dengan baik agar dapat bekerja menjaga nama baik agama dan ulama di Papua dan Papua Barat.

“Iya. Peserta harus tetap menjaga kondisi fisiknya agar bisa mengikuti pelatihan dengan baik dan dapat bekerja dengan baik di tanah Papua,” tegasnya.

Ditempat yang sama Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, KH. Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa ia sangat bangga terhadap pengadaan pelatihan pertama di Papua. Ia juga berharap kegiatan ini akan terus berlanjut.

“Dengan potensi jumlah kader kita yang besar di Papua kita harus memanfaatkan hal tersebut untuk bangsa dan negara jangan malah di salahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun organisasi sebab kita memegang teguh kebersamaan bangsa,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, Papua merupakan daerah yang penuh dengan kekayaan alam tetapi yang terjadi di Papua belum bisa mensejahterakan seluruh rakyat Papua dan posisi Ansor harus ada di garis terdepan untuk membantu rakyat Papua bagaimana cara mengatasi hal tersebut, karena ansor bertugas untuk menjawab permasalahan dan perkara yang di alami oleh masyarakat.

“Kita juga harus mengawasi betul-betul terhadap pemegang-pemegang kekuasaan. Karena saat ini, permasalahan tindak kejahatan korupsi di Indonesia sangat merajalela. Hal tersebut itulah yang akan menghambat proses pembangunan di suatu daerah, termasuk di Papua,” tutupnya. (Surya)

Comments
Loading...