DPRD Kota Medan Minta MSDC Ditutup

MENARAnews, Medan (Sumut) – Beberapa anggota DPRD Kota Medan menyidak Medan Safety Driving Centre (MSDC) yang terletak di Jln. Bilal Medan, Senin (05/09/2016). MSDC adalah tempat pelatihan mengendarai dan mengemudi kendaraan bermotor.

Inspeksi mendadak dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat yang merasa dirugikan karena mengikuti kursus berkendara disana. Soalnya, ketika ingin mengurus Surat Izin Mengemudi harus disertai sertifikat.

“Masa ngurus sertifikat saja harus mengeluarkan biaya ratusan ribu. Ini sudah akal-akalan namanya,” kata Ketua Komisi A DPRD Kota Medan Roby Barus.

Kepala Instruktur MSDC yang mangaku sebagai pelaksana tugas Kepala Cabang Jakarta Safety Riding Centre Romson Purba yang dicecar banyak pertanyaan oleh Anggota Dewan terlihat gelagapan. Berulang kali ia mengatakan kalau semua diserahkan kepada pusat.

Sebelumnya telah dilakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Polresta dan pihak MSDC. Namun MSDC mangkir dari RDP. Ditanya soal alasan ketidakhadiran pada saat RDP, Romson berdalih ada kegiatan .

Sontak alasan itu membuat Anggota DPRD berang.

“Jadi anda lebih memilih urusan bisnis daripada urusan moral,” kata Roby .

Setiap siswa yang belajar harus membayar Rp. 420.000 untuk enam bulan. Nah, sertifikat ini yang digunakan sebagau rekomendasi pengurusan SIM.

Lebih jauh lagi, beberapa anggota DPRD Kota Medan menanyakan soal legalitas MSDC. Pertanyaan ini semakin membuat Romson mati kutu. Dia mengatakan akta usaha MSDC sedang dalam pengurusan.

Anggota DPRD Kota merekomendasikan agar MSDC ditutup. Karena MSDC dianggap telah merugikan masyarakat dengan mengutip sejumlah uang untuk mendapat sertifikat. (Yug)

Comments
Loading...