Dorong Percepatan Distribusi KIS, Dinsosnaker Pandeglang Berkoordinasi Dengan BPJS

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Distribusi KIS di Kabupaten Pandeglang sudah dilakukan melaui 3 tahap, tetapi distribusi tersebut belum optimal karena KIS yang terdistribusi masih kurang jauh dari angka 50%. Lambatnya distribusi tersebut disebabkan oleh kendala yang dialami oleh Dinsosnaker Pandeglang, salah satunya mengenai sinkronisasi data KTP dan KIS.

“Selama tahun 2016, distribusi KIS dilakukan melalui 3 tahap, tahap pertama Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial RI mendistribusikan KIS dengan menggunakan jasa pengiriman, kemudian tahap kedua KIS didistribusikan oleh pihak ketiga dan tahap ketiga KIS didistribusikan melalui Dinsosnaker Kabupaten Pandeglang yang berkoordinasi dengan BPJS Pandeglang”, ujar salah satu Staf Pelaksana pada Dinsosnaker Kabupaten Pandeglang Anton saat diwawancarai Wartawan MENARAnews diruangannya. (15/09/2016)

“Dinsosnaker Pandeglang tidak mengetahui rekapitulasi KIS yang sudah terdistribusi dan yang belum terdistribusi pada tahap pertama dan kedua karena tidak memiliki wewenang. Kementerian Sosial mendistribusikan KIS tahap pertama dan kedua kepada masyarakat melalui Pekerja Sosial Mandiri (PSM) kemudian masyarakat memberikan laporan kepada pihak Dinsosnaker Pandeglang”, imbuhnya.

Anton menjelaskan, menurut data yang dimiliki Dinsosnaker per Juli 2016 sebanyak 597.150 KIS yang akan didistribusikan tetapi hingga saat ini baru 29.766 KIS yang sudah didistribusikan sehingga masih ada 567.384 KIS yang belum didistribusikan.

Ia mengakui, kendala yang dialami dalam rangka mendistribusikan KIS adalah tidak adanya Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum pada lampiran penerima KIS sehinga berdampak pada terhambatnya distribusi KIS. “Untuk itu, saat ini diberlakukan pada lampiran penerima KIS agar dicantumkan NIK sehingga ada sinkronisasi antara data KIS dan data KTP”, tukasnya.

Jika ada perbedaan NIK antara KTP dan KIS, lanjut Anton, maka penerima KIS harus membawa KIS, KTP, dan Kartu Keluarga ke BPJS kemudian pihak BPJS melakukan perbaikan untuk pencocokan data.

“Untuk proses pengubahan data membutuhkan waktu yang relatif singkat, yaitu paling lama 1 hari”, tutupnnya. (IY)

Comments
Loading...