Dorong Kota Inklusi, ASB Harapkan Pemerintah Perhatikan Masyarakat Penganut Agama Penghayat

MENARAnews, Medan (Sumut) – Aliansi Sumut Bersatu (ASB) bersama Yayasan Satunama gelar workshop mendorong kabupaten dan kota inklusi terutama dalam pemenuhan hak-hak konstitusi bagi penganut agama leluhur dan agama minoritas di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang bersama kelompok agama leluhur Parmalim dan Ugamo Bangso Batak beserta Dinas Pendidikan Kota Medan serta masyarakat yang peduli terhadap plularisme di Hotel Antares Medan, Senin (19/9/2016).

Dalam workshop tersebut, Ferry Wira Padang selaku Direktur Program ASB memaparkan data temuan selama mengadvokasi di lapangan sejak Maret 2015 lalu di Kota Medan dengan responden penganut agama penghayat atau agama leluhur, menemukan bahwa kolom agama di KTP mereka tidak sesuai dengan kepercayaan yang mereka anut.

“Banyak yang dikosongkan dan ada juga yang dibuat jadi agama lain. Ada juga yang kesulitan mengurus KTP atau Kartu Keluarga karena masalah agama. Pemerintah masih belum serius dengan kelompok agama minoritas dan berujung pada diskriminasi,” jelasnya.

Ferry sebut sangat menyayangkan pendidikan agama di sekolah terkadang mendiskriminasikan anak-anak penganut agama penghayat dengan menyuruh siswa/siswi memilih mata pelajaran agama lain.

“Karena guru agama di sekolah itu hanya ada yang mayoritas saat ini, alhasil mereka harus memilih satu diantaranya. Padahal kita ketahui itu salah, mereka seharusnya mempelajari ajaran kepercayaan yang mereka miliki,” kata Ferry.

Dalam workshop tersebut juga diadakan ‘Focus Group Discussion’ untuk menyusun rencana tindak lanjut pendampingan kelompok penganut agama penghayat tidak berhenti ditengah jalan namun tetao dikawal baik oleh pemerintah juga masyarakat.

Program advokasi yang sedang dijalankan oleh ASB saat ini sendiri akan berakhir pada bulan ini. Namun ASB berharap agar masyarakat penganut agama penghayat tetap berjuang dan terus berkomunikasi dengan ASB apabila membutuhkan bantuan.

“Kita harap kedepannya ini bisa berlanjut, masyarakat penganut agama penghayat perlu diperhatikan untuk mendapatkan hak-hak konstitusinya,” harapnya. (Ded)

Comments
Loading...