Dinsosnaker Medan ‘Bingung’ Kenapa Hanya Terlibat dalam Distribusi KIS

MENARAnews, Medan (Sumut) – Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (Dinsosnaker) Kota Medan merasa bingung mengapa pihaknya hanya terlibat dalam pendistribusian Kartu Indonesia Sehat (KIS). Itupun hanya  sebatas perpanjangan tangan ke Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Hal itu disampaikan oleh Kabid Pelayanan Sosial Zailun. Dia mengatakan, pihaknya terlibat pada distribusi KIS tahap ke-II.

“Kami mengundang pihak TKSK, pihak BPJS kemudian menyerahkan langsung ke TKSK, jadi TKSK yang menyerahkan langsung ke masyarakat,” kata Zailun saat ditemui di Kantor Dinsosnaker, Jalan Wahid Hasyim, Kamis (08/09/2016).

Dari hasil distribusi di lapangan didapati banyak data yang double. Di lapangan juga ada penerima yang sudah meninggal. “Ada juga alamat yang tidak bisa dijumpai,” imbuhnya.

Sebanyak 23.498 masyarakat yang sudah menerima KIS tahap II.  Untuk tahap kedua dimulai sejak Juli 2016.

Ditanya soal data KIS yang dikembalikan karena berbagai kendala, Zailun mengatakan pihak Dinas Sosial tidak mengetahuinya. Dia beralasan kalau data tersebut langsung ada di BPJS. Bahkan Dinas Sosial juga tak tahu sudah berapa masyarakat yang menerima KIS untuk Kota Medan.

Sementara itu, untuk distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Dinsosnaker juga tak dilibatkan.

“KKS pun tak ada Dinas Sosial yang mendistribusikan, tapi masyarakat ada yang menerima,” katanya.

Kebingunganpun terjadi. Dinas Sosial yang tak pernah mendistribusikan KKS, kerap didatangi masyarakat. Mereka mengadu ke Dinsos karena tak mendapat KKS.

Zailun mengatakan, seharusnya pihaknya lah yang menjadi ujung tombak dalam proses distribusi kartu program presiden RI ke tujuh itu.

“Seharusnya kan mereka berkoordinasi dengan kita, data juga bukan data kita. Kita hanya memverifikasi data yang ada,”  katanya.

Setelah KIS didistribusikan, banyak laporan yang masuk ke Dinsosnaker. Yang paling banyak diterima adalah masalah kartu yang tidak aktif.

“Banyak masyarakat datang mengadukan itu, jadi banyak KIS yang tidak berfungsi,” pungkas Zailun. (Yug)

Comments
Loading...