Dinkes Kotawaringin Barat: Peredaran Obat Palsu Nihil

MENARAnews, Pangkalan Bun (Kalteng) – Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Kesehatab Kotawaringin Barat (Kobar), Jamin Ginting, memastikan peredaran obat palsu di wilayah Kab. Kobar masih nihil.

Dinkes Kab. Kobar, lanjut Ginting, rutin melakukan pengecekan ke lapangan bekerjasama dengan BPOM Palangka Raya guna mencegah peredaran obat palsu dan hingga saat ini pihaknya belum menemukan obat palsu di Kab. Kobar.

Selain pengecekkan di lapangan, kami juga rutin melakukan pengawasan, yang dalam tiga bukan sekali dilakukan pengecekan di lapangan,” tambah Ginting.

Ia juga menjelaskan bahwa sebenarnya ada 2 perbedaan antara obat asli dan obat palsu yang dapat diketahui oleh masyarakat, yaitu dari segi kemasan obat, serta efek samping dan dampak yang ditimbulkan setelah mengonsumsi obat-obatan tersebut.

“Misalnya setelah diminum setelah beberapa hari tidak ada perubahan sama sekali,” ujarnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri bersama BPOM menggerebek lima gudang produksi obat palsu di Balaraja, Banten. Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Antam Novambar mengatakan, di gudang tersebut ditemukan berbagai mesin untuk memproduksi obat.

Selain itu, pabrik tersebut juga memproduksi dan mengedarkan obat-obatan secara ilegal yang mayoritas diedarkan di Kalimantan Selatan. Dari kelima pabrik itu, disita sebanyak 42.480.000 butir obat-obatan dari berbagai merek. Obat-obatan tersebut antara lain Carnophen, Trihexyphenydyl, Heximer, Tramadol, dan Somadryl. (Riz)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...