Dindik Pandeglang Terus Genjot Realisasi Kartu Indonesia Pintar

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Menjelang perayaan Idul Adha, Presiden Joko Widodo beserta Menteri Kesehatan Nila Moeloek melakukan kunjungan ke Provinsi Banten, salah satunya Kabupaten Pandeglang. Salah satu tujuan kunjungan adalah untuk memberikan bantuan kepada Ibu Hamil, Anak Sekolah (SD), dan rumah tangga miskin. Selain itu, secara tidak langsung mengontrol perkembangan program Presiden Jokowi, yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

“Dindik Pandeglang sigap menginformasikan kepada pihak terkait tentang program KPI sehingga diharapkan penyerapan segera diterima oleh putra-putri penerima program KIP yang ada di Kabupaten Pandeglang,” ujar Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang saat diwawancarai Wartawan MENARAnews di ruangannya.

Ia melanjutkan, data terkait KIP yang sudah terdistribusi dan yang belum terdistribusi tidak ada di Dindik Pandeglang, data tersebut berada di lembaga penyalur, yaitu Bank BRI.

“Proses realisasinya membutuhkan waktu sekitar 3 hari hingga seminggu. Hal ini dikarenakan data yang banyak sehingga perlu dipilih dan dipilah terlebih dahulu”, tambahnya.

“Realisasi program KIP terkendala dengan wilayah yang luas sehingga jarak antarsekolah relatif jauh dari sekolah yang satu ke sekolah lainnya. Untuk mengatasi hal ini, pihaknya terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Bank BRI hingga tingkat ranting”, pungkasnya.

Di tempat yang sama, salah satu Kepala Seksi di Bidang Pendidikan Dasar Dindik Pandeglang Dede menjelaskan, Dindik Pandeglang dapat meminta data KIP di Bank BRI jika ada keperluan, seperti jika Dindik Pandeglang diperiksa oleh BPK dan BPKP.

Ia menuturkan, pihak BRI memberikan laporan langsung ke Kementerian Pendidikan dan Kemendik memberikan laporan setiap tahun kepada Dindik Pandeglang.

Terpisah, Kabid Pendidikan Menengah Atas dan Kejuruan Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Hendri menngatakan, Program KIP merupakan program yang langsung dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kemendik langsung mendistribusikan KIP ke setiap kecamatan kemudian didistribusikan ke Lurah/Desa hingga ke RT/RW.

“Dindik Pandeglang tidak dilibatkan secara tidak langsung hanya sebagai pemantau atau mengarahkan kepada pihak terkait untuk segera mencairkan dana bagi penerima KIP,” tukas Hendri.

“Setelah sampai ke siswa penerima KIP, maka siswa tersebut menyampaikan fotokopi KIP ke sekolahnya pihak sekolah kemudian diusulkan”, katanya.

“Hingga saat ini, pihak Dinas Pendidikan belum mendapat data yang pasti terkait jumlah KIP yang sudah didistribusikan dan yang belum didistribusikan”, tutupnya.  (IY)

 

Comments
Loading...