Budi Waseso : Papua Sasaran Narkoba dari Luar Negeri

MENARAnews, Jayapura (Papua) – Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Cenderwasih (MPM-UNCEN), menggelar rapat kerja Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (Raker FL2MI) Papua dan Papua Barat, Kamis (8/9/16).

Dalam sambutanya, Ketua MPM UNCEN, Pontius Omoldoman mengatakan, pihaknya selaku penyelenggara kegiatan telah menyiapkan mahasiswa selaku legislatif muda yang mandiri dan profesional. Terkait dengan Narkotika dan miras pihaknya juga telah melakukan aksi terkait pencabutan izin peredaran minuman keras di atas tanah Papua yang hingga saat ini belum terlaksana.

“Narkoba itu juga melanggar HAM termasuk minuman keras. Miras merupakan pintu gerbang masuknya pelanggaran HAM di atas Tanah Papua dan kami mahasiswa se- Papua dan Papua Barat ingin menyatakan sikap untuk peredaran Narkotika harus diberantas,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala BNN Komjen Pol.  Budi Waseso selaku narasumber mengatakan bahwa Papua merupakan tempat sasaran narkoba dari luar negeri. Untuk itu ia berharap kepada adik-adik semua untuk berhati-hati dan jangan sampai terjerumsu ke dalam bahaya narkoba.

“Mahasiswa adalah generasi penerus masa depan. Sekarang, masalahnya sehat atau sedang sakit apalagi kalo sakit karena narkotika. Ini merupakan masalah serius dan saya akan bertugas seoptimal dan semaksimal mungkin karena ini amanat negara yang saya junjung tinggi. Amanat ini menyangkut jiwa manusia dan ini merupakan amanat dari Tuhan dan saya tetap menjaga amanat tersebut. Sekarang, saya memperkuat dengan mengajak generasi muda dan mahasiswa sebagai generasi penerus masa depan bangsa Indonesia di masa yang akan datang,” lanjutnya.

Menurutnya, masalah narkoba adalah masalah seluruh bangsa Indonesia dari sabang sampai merauke tidak ada satupun yang bebas dari Narkoba, dan tidak ada satupun unsur elemen baik TNI/Polri dan badan lainnya tidak luput disusupi dari Narkoba karena bertujuan untuk menghancurkan negara dan ekonomi negara.

“Presiden RI juga menyampaikan bahwa negara kita sedang perang dan darurat terhadap narkoba dan ini belum ada respon dari lembaga kementerian dibawah Presiden sehingga ini tugas kita semua termasuk mahasiswa,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, di Papua, ganja dari PNG, tetapi penghasil besar ganja ada di Aceh dan Sumatera dan kalau untuk sabu-sabu serta lainnya adalah impor dari luar negeri. Sejarah besar narkoba berada di Tiongkok dan Inggris, dan sekarang sudah masuk di Indonesia. TNI/Polri dan BNN sudah disusupi jaringan Narkoba internasional dengan tujuan untuk menghancurkan negara kita dan ini perlu kita antisipasi. Hal tersebut disebabkan narkoba sebagai wadah sistem penghancuran bangsa Indonesia selain perang antar suku seperti di Papua.

“Kita harus aktif dalam pencegahan narkoba yang diawali dari pusat hingga ke tingkat bawah yakni di tingkat RT dan RW setempat dan bentuk kader-kader anti narkoba sehingga seluruh elemen masyarakat ikut andil dan pada tahun 2025 Indonesia akan mencapai generasi emasnya bebas dari Narkoba,” tuturnya. (Surya)

Comments
Loading...