Aklindo Ingin Wujudkan 35.000 MW Ke Seluruh Indonesia

MENARAnews, Palembang (Sumsel) – Musyawarah Nasional (Munas) III Asosiasi Kontraktor Ketenagalistrikan Indonesia (Aklindo) dengan tema besar “Meningkatkan Peran Aktif Aklindo Dalam Pembangunan Kelistrikan 35.000 MW di Indonesia‎” telah dibuka. Acara sendiri berlangsung di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (31/8).

Dalam acara tersebut terungkap jika Ketua Umum (Ketum) DPP Aklindo Andi Amir Usri
memuji Palembang sebagai kota yang menjadi impian Aklindo untuk menikmati kelistrikan 35.000 MW segera terwujud dengan melalui Munas III ini. Selain itu upaya Aklindo juga untuk mewujudkan kebutuhan listrik nasional.

“Peran apa yang bisa kita lakukan terhadap Negara Indonesia, ya itu keinginan kita 35.000 MW dapat didistribusikan ke seluruh Indonesia,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Munas Aklindo Iwan Riadi menjelaskan berdasarkan Rakornas Aklindo di Sulsel telah merekomendasikan Sumsel sebagai tuan rumah Munas III, kenapa di Palembang? Hal ini didorong pembangunan yang cepat di Sumsel, salah satunya Pembangunan LRT yang terintegrasi.

“Ada kebanggaan kita bersama kita dapat menjadi tuan rumah,” ungkap Iwan Riadi.

Menurutnya, program 35.000 MW tidak bisa di tawar lagi, terutama bagi masyarakat Indonesia timur. Kebutuhan listrik sangat mendesak karena listrik ini susah di gantikan dengan yang lain tidak seperti kebutuhan lain.

“Untuk menwujudkan itu PLN tidak dapat menjalankan ini tanpa dukungan Asosiasi ketenagalistrikan di Indonesia, salah satunya Aklindo,” ungkapnya

Di tempat yang sama, Gubernur Sumsel yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H Mukti Sulaiman menyampaikan ucapan terima kasih karena sudah menjadikan Kota Palembang sebagai tuan rumah Munas III Aklindo. Ia mengungkapkan bahwa untuk masalah kelistrikan, kebutuhan Sumsel cukup, hanya saja karena juga dibagi di wilayah sekitar Sumsel, sehingga kebutuhan listrik saat ini dirasakan masih kurang.

Listrik sangat dibutuhkan, oleh sebab itu penyediaan listrik 35.000 MW suatu hal mutlak yang harus dilakukan PLN” ungkap Mukti Sulaiman‎. (AD)

Comments
Loading...