Agen dan Pangkalan Gas Elpiji Perlu Diawasi

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Palangka Raya merencanakan akan melakukan peninjuan ulang terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) yang selama ini sudah diiterapkan. Rencana ulang tersebut dikarenakan, masih banyaknya keluhan terkait ketidakseragaman HET disejumlah pangkalan yang disalurkan ke konsumen terutama bagi pengguna gas elpiji 3 kg.

Kepala Diskoperindag Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan membenarkan rencana adanya perubahan harga HET elpiji tersebut.

“Ini masih penjajakan saja, HET sebelumnya masih berlaku disetiap agen penyalur atau pangkalan,” kata sahdin, saat dibincangi di PK II, Selasa (20/09/2016).

Menurut Sahdin, pihaknya masih melihat dulu perkembangan penyaluran gas elpiji, apakah akan mengalami kelangkaan atau tidak. Apabila ada pengaruh dari kelangkaan, maka yang dikuatirkan harga gas elpiji dipasaran menjadi tidak terkendali.

“Jadi perlu disiapkan solusi, untuk mengantisipasi hal tersebut, terlebih saat ini harga HET kerap tidak menjadi acuan, sehingga harga menjadi serampangan,” ujarnya.

Kalaupun selama telah terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kota Palangka Raya lanjut Sahdin, bukan dikarenakan  kurangnya  suplai atau pasokan gas elpiji ke agen, atau pangkalan, melainkan banyaknya penyelewengkan distribusi penyaluran gas elpiji.

“Seperti disampaikan Wali Kota HM. Riban Satia, bahwa telah ada penyelewengan pendistribusian  gas elpiji yang dilakukan oknum agen atau pangkalan nakal menuju ke wilayah lain,” bebernya.

Sahdin menjelaskan, yang diperlukan adalah komitemen dari para agen atau pangkalan itu sendiri, pasalnya selama ini ketika agen atau pangkalan diberikan izin usaha dari pihak pemko, merekapun telah berjanji akan menaati aturan, terutama memenuhi kebutuhan konsumen di sekitar pangkalan, serta berjanji untuk mentaati harga HET yang telah ditetapkan pihak Pemko Palangka Raya.

Sahdin  menyebutkan, sebanyak 111 pangkalan elpiji tersebar di Kota Palangka Raya . Dimana setiap pangkalan mendapatkan suplai gas elpji dari sejumlah agen perusahaan sebagai penyalur gas elpiji.

“Kalaupun pada saatnya ada peninjauan ulang atau penerapan HET baru, tentu harus dikoordinasikan terlebih dahulu. Memang rencana peninjauan HET sudah dibahas,  namun harus dikosultasikan dulu dengan Walikota, yang kemudian disodorkan kepada Gubernur Kalteng, untuk mendapat persetujuan,” ucapnya.

Diskoperindag meminta agen dan pangkalan agar tidak sembarangan dalam menjual gas elpiji 3 Kg. “Kami ingatkan agar  pangkalan tidak menjual gas elpiji sembarangan baik kepada pengecer maupun bagi para konsumen. Kami awasi  sistem distribusi penjualan gas elpiji oleh pihak agen maupun pangkalan. Ingat HET menjadi standar harga,” tegas Sahdin. (AF)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...