30 Pengacara Disiapkan untuk Dampingi Tersangka Percobaan Bom Bunuh Diri di Medan

MENARAnews, Medan (Sumut) – Pusat Bantuan Hukum (Pusbakum) Peradi Medan menyiapkan 30 orang pengacara untuk mendampingi tersangka kasus percobaan bom bunuh diri IAH (18), di Gereja Santo Yosep, Jalan Dr Mansur, Minggu (28/08/2016). Sebanyak 30 pengacara disapkan peradi untuk mengawal kasus tersebut. 

“Ada sekitar 30 pengacara dari Pusat Bantuan Hukum Peradi Medan yang akan mengawasi kasus IAH ini. Sejak menerima kuasa dari Bapak Makmur Hasugian dan keluarga, kita telah menjalankan kuasa itu,” kata Ketua Pusat Bantuan Hukum Peradi Medan Rizal Sihombing, Kamis (01/09/2016) di Kantor Peradi Medan, Jalan Sei Rokan.

Pendampingan ini dilakukan karena mereka merasa Makmur Hasugian (Ayah IAH) adalah rekan seprofesi sesama advokat.

“Kebetulan pak Hasugian adalah rekan seprofesi kita, bahwa kita ada dibentuk satu badan di Peradi Medan yaitu Pusat Bantuan Hukum. Disini kita merasakan penderitaan pak Hasugian sebelum kita melibatkan diri dengan kasus hukum yang dialami anak beliau,” kata Rizal.

Pusbakum meminta agar pemeriksaan IAH sebagai tersangka harus dilakukan secara benar. Menyusul fakta bahwa IAH masih belum genap berusia 18 tahun.

“Kita sudah hadir di Poltabes, saat itu IAH masih diinterogasi Densus. Dalam hal ini kita meminta agar pemeriksaan dilakukan secara benar. Karena IAH masih dibawah umur belum sampai 18 tahun, supaya dilakukan sesuai hukum perlindungan anak.

Rizal menambahkan, IAH mungkin tidak mampu mencerna dengan baik teknologi yang semakin berkembang. Polisi harus menemukan dalang dibalik kenekatan IAH.

“Polisi harus cari siapa otak dibelakangnya,” imbuh Rizal.

Sementara itu orang Tua Ivan Makmur Hasugian mengatakan IAH dalam keadaan sehat.

“Yah dia sehat saja disana,” pungkas Hasugian. (yug)

Comments
Loading...