19 Desa/Kelurahan di Kota Tidore ditetapkan sebagai Kawasan Kumuh

MENARAnews, Tidore (Malut) – Meskipun sudah 8 kali mendapatkan Piala Adipura untuk kategori Kota Kecil Terbersih, ternyata terdapat 19 Desa/Kelurahan di Kota Tidore Kepulauan yang di tetapkan sebagai kawasan kumuh. Hal ini muncul dalam pembukaan Workshop Sosialisasi dan Strategi Komunikasi Program Tanpa Kumuh (KOTAKU) Tingkat Kota Tidore Kepulauan.

Walikota Tidore Kepulauan, Capt. Ali Ibrahim, dalam sambutannya menyatakan, secara umum, pembangunan permukiman perkotaan menghadapi permasalahan rendahnya kualitas dan kuantitas infrastruktur permukiman, yang berakibat pada rendahnya kualitas hidup masyarakat.

Untuk itu lanjut Ali, sebagai perwujudan komitmen untuk mengentaskan kawasan permukiman kumuh di perkotaan, Kota Tidore Kepulauan masuk dalam RPJMN tahun 2015-2019 dalam mewujudkan Kota Tanpa Permukiman Kumuh, melalui penanganan kawasan permukiman kumuh seluas 38.431 Ha secara Nasional Dirinya telah menyusun SK.

“Kota Tidore Kepulauan berdasarkan SK Walikota Nomor 58.1 Tahun 2016, telah ditetapkan 19 Desa/Kelurahan lokasi Kumuh dengan total luasan kumuhnya sebesar 139,22 Ha,” imbuh pria yang akrab disapa Captain.

Sementara Konsultan Management Kota Kumuh OC 09 Maluku Utara, Darisman dalam sambutannya menyampaikan KOTAKU ini merupakan program lanjutan dari PNPM Mandiri Perkotaan fokusnya pada kemiskinan, sedangkan KOTAKU fokus pemetaan kawasan pemukiman umum. Sosialisasi ini juga sejalan dengan program kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat republik indonesia, yang telah mencanangkan Program Prakarsa Permukiman 100 – 0 – 100 (seratus nol seratus).

“yaitu program pengembangan permukiman berkelanjutan, dengan mencapai  100 persen akses air minum, mengurangi kawasan kumuh hingga 0 persen, dan 100 persen akses sanitasi,” ucap Darisman.

Panitia Pelaksana Taufik Tan dalam laporanya menjelaskan tujuan dari sosialisasi ini untuk memberitahukan Program KOTAKU di Kota Tidore Kepulauan dalam upaya membangun pemahaman strategi komunikasi, membangun jaringan komunikasi dan mengembangkan media social.

“Selain itu untuk membangun komitmen pemerintah daerah Kota Tidore sebagai nahkoda  dalam program KOTAKU dan stakeholder dalam melakukan sosialisasi program dan mengembangkan jaringan komunikasi, serta meningkatkan peran dan fungsi stakeholder di Kota Tidore Kepulauan terhadap pencapaian targer 100-0-100 di Kota Tidore Kepulauan,” jelas Taufik Tan

Peserta dari sosialisai ini berjumlah 60 orang terdiri dari  unsur SKPD, Akedemisi, Pimpinan Kecamatan, Kepala Kelurahan dan Desa penetapan lokasi kumuh, Forum LKM, serta Insan Pers. (RMD)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!