spot_img

Sudah 100 Ha Gambut Terbakar di Kalteng

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Belum genap satu bulan, penanganan┬áKebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sudah mencapai 100 Ha lebih dengan luasan lahan paling banyak di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Pangkalan Bun).

Kolonel Arh.Purwo Sudaryanto mengatakan, sejak tanggal 11 Agustus 2016 kemarin ada sekitar 27 Ha lahan gambut terbakar dan sudah berhasil dipadamkan ditambah sekitar 50 Ha lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat terbakar pada tanggal 10 Agustus 2016 kemarin dan sudah ditanggulangi.

“Selain itu ada juga setengah Ha, 1 Ha lebih termasuk di wilayah Kota Palangka Raya, Kapuas dan lain-lain juga sempat terjadi kebakaran lahan yang mayoritas gambut,” jelas Purwo dikonfirmasi MENARAnews Senin (15/08/2016) di Aula Jaya Tingang Kantor Gubernur Kalteng.

Pihaknya selalu melakukan pemantauan sejumlah titik hospot di setiap wilayah dan terakhir kemarin, dikatakannya sudah terpantau sekitar 14 titik hospot berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Selama ini peran serta masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan sudah maksimal dilakukan, meski ada beberapa oknum masyarakat yang coba-coba melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Sebagian oknum masyarakat mengaku membuka lahan dengan cara membakar dipakai untuk pembersihan lahan, tapi sudah kita ingatkan, dan sosialisasi terkait dampak yang ditimbulkan serta aturan-aturan seperti larangan untuk membakar lahan,” jelasnya menambahkan.

Disinggung mengenai belum adanya solusi yang diberikan oleh Pemerintah Daerah mengenai pembukaan lahan dengan cara tidak dengan dibakar, disampaikan Prowo lebih dalam, petani yang ingin membuka lahan boleh mengajukan kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan pencetakan sawah.

“Tapi hanya untuk melakukan percetakan sawah tidak yang lain melalui dinas Terkait seperti Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalteng atau melalui jajaran TNI di kabupaten/kota,” ujarnya menambahakan.

Disinggung kembali perihal belum maksimalnya program pemasangan sumur bor di beberapa titik lokasi rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan menurutnya kembali, pihak TNI akan melakukan komunikasi lebih dalam terkait hal tersebut.

Pasalnya, fungsi pemasangan sumur bor sudah barang tentu mempermudah petugas lapangan dalam melakukan upaya penanganan kebakaran yang terjadi terutama salah satu solusi peyelesaian sulitnya perolehan sumber air ketika kebakaran terjadi selain pembuatan kanalisasi

Di sisi lain, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Sipet Hermanto diwawancarai mengenai terjadinya kebakaran hutan dan lahan akhir-akhir ini menjelaskan, pihaknya melalui Satuan Tugas (Satgas) seperti Manggala Agni selalu melakukan monitoring.

“Satgas di lapangan saya pikir bergerak terus baik dari tingkat kabupaten sampai pada tingkat kecamatan dan selalu berkoordinasi dengan jajaran terkait seperti aparat Kepolisian dan TNI,” jelas Sipet.

Dia mengakui, terjadinya kebakaran hutan atau lahan memang tidak bisa dihindari, dengan luasan wilayah Kalimantan Tengah yang begitu luas, tentu tidak bisa dihindari, belum lagi keterbatasann personil yang tersedia. (Arliandie)

Editor : Raudhatul N.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles