Sengketa Tanah Makam Masih Belum Menemukan Titik Terang

MENARAnews, Sampit (Kalteng) – Kasus sengketa Tanah Makam di Jalan Sudirman KM. 6, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan MB. Ketapang, masih terus berlanjut.tepatnya pada Jumat (26/08/2016) sekitar pukul 08.20 WIB pihak BPN,Pemda Kotim, pihak Tokoh Agama dan Wakil Kedamangan MB. Ketapang melakukan peninjauan kembali. Pasalnya, di lahan yang diperuntukkan sebagai wilayah Pemakaman Lintas Agama tersebut sudah diklaim oleh beberapa pihak yang memiliki Surat Keterangan Tanah (SKT) bahkan Sertifikat.

Berdasarkan pantauan Menaranews dilapangan , Tim Pelaksana yang di pimpin oleh Indra yang juga sebagai Kabid Pertamanan Pemda Kotim ini melakukan pengukuran tanah hibah tersebut sesuai dengan SK Bupati pada tahun 1991.Pengukuran dimulai dari lokasi blok makam Tionghua tersebut dihadiri oleh saksi Untung sebagai penunjuk titik kordinat pengukuran.

Namun pada hasil peninjauan dan pengukuran tersebut,tidak menemukan kesimpulan lantaran saksi tidak bisa menunjukan titik kordinat yang pasti,sehingga pengukuran di perkirakan melenceng hingga keluar tembok batas tanah makam mencapai 20 meter.

“Bagaimana mau disimpulkan mas,kalau seperti ini,ini sudah salah karena seharusnya pengukuran itu tidak melewati tembok pembatas karena bisa menimbulkan masalah baru.” kata Mantir Adat Kelurahan Pasir Putih.

Sementara itu, Koteng selaku Koordinator Tanah Makam Tionghoa berusaha menjelaskan bentuk lokasi untuk menghindari kesalahan pada pengukuran tersebut.

“Untuk posisi tanahnya untuk makam Agama apa tidak masalah,yang penting tetap sesuai dengan ukurannya masing-masing itu saja.”katanya.

Sementara itu pihak Pemda Kotim di wakili Indra mengatakan,pihaknya hanya pelaksana di lapangan selebihnya diserahkan kepada Setda Kotim.

“Untuk memberikan Statement atau pernyataan terkait kasus ini bukan kewenangan saya,saya hanya pelaksana dilapangan selebihnya langsung ke pimpinan,” jelasnya.

Pengukuran yang dilakukan oleh tim yang juga di kawal oleh jajaran Satpol PP ini,tidak menemukan titik terang maupun hasil,bahkan tim hanya bisa pulang dengan ketidakpuasan.

“Tidak bisa sekali ukur kalau begini,” kata salah satu anggota Tim Pemda Kotim.

Diketahui berdasarkan surat keputusan Bupati Kotim pada tahun 1991 tersebut, tanah makam yang terbagi menjadi beberapa blok dari lima agama,di Kotim ini memiliki ukuran luas 1 Kilo Meter dan panjang 1,5 Kilo Meter,menurut runutnya,tanah makam tersebut di ajukan oleh pemerintah daerah pada tahun 1986 dan terealisasi pada tahun 1991, namun tampak saat ini telah berdiri beberapa perumahan. (K/Hidayat)

Editor: HIdayat

Comments
Loading...