Saiko Merasa Ditipu Saat Bayar Iuran BPJS

MENARAnews, Medan (Sumut) – Peserta BPJS, Saiko Putra merasa ditipu pihak bank saat membayar BPJS kelas III. Pria yang berprofesi sebagai jurnalis di salah satu media televisi nasional ini menceritakan kejadian saat ia membayar BPJS Kelas II di  Kantor Kas BTN Jalan Denai. Selama ini, Saiko membayar iuran Rp. 25 ribu per bulannya. 

Namun saat membayar pada, Jumat (26/08/2016) iurannya naik menjadi Rp. 51 ribu. Saiko membayar iuran untuk dua bulan dengan biaya Rp. 102 ribu.

“Aku tadi bayar, katanya bulan ini memang segitu biayanya. Jadi aku bayar untuk anak dan istriku, itu dua bulan jadi Rp 204 ribu aku bayar. Ini ada apa? kok jadi mahal sekali,” katanya Senin (29/08/2016).

Dijelaskannya, saat hendak membayar iuran tersebut, ia mempertanyakan kepada Teller Bank BTN, tempat ia membayar. Namun, jawabanya biaya iuran sudah sebesar itu.

“Aku bayar di Kantor Kas BTN Jalan Denai, aku heranlah kenapa bisa mahal seperti itu. Tapi kata mereka memang sudah segitu bayarnya. Ini kan memberatkan. Aku sudah tanya juga ke orang BPJS, katanya gak ada naik. Kalau begitu kan ini orang Bank yang menaikkan sepihak,” ungkapnya.

Humas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Ismed mengatakan, iuran BPJS kelas III belum ada kenaikan biaya. Semua peserta BPJS Kesehatan kelas III, masih membayar iuran perbulannya, Rp 25.500.

“Itu untuk kelas I, II dan III belum ada naik. Iurannya masih tetap. Untuk kelas III masih Rp. 25.500 per bulannya,” katanya.

Ketika dijelaskan, kondisi yang dialami Saiko Putra, dengan bukti kwitansi yang ada, Ismed menyatakan, kemungkinan besar itu kesalahan sistem. Ia pun akan menelusuri hal tersebut dengan langsung mengecek transaksi di kantor Bank BTN Kas Denai.

“Kalau seperti itu, bisa jadi kesalahan sistem. Tidak ada kenaikan tarif iuran. Nanti saya telusuri dulu. Itu di Bank BTN Kas Denai ya. Baik nanti saya telusuri. Intinya tidak ada kenaikan tarif,” terangnya. (yug)

Comments
Loading...