Saat Press Release, Oknum ASN Pemilik Sabu Ini Kedapatan Bawa Telepon Seluler

Menaranews, Palangka Raya (Kalteng) – Kegiatan konfrensi pers yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalteng di Palangka Raya sempat terjadi ketegangan, pasalnya, salah satu dari dua orang yang mengenakan rumpi biru bertuliskan ” TAHANAN BNNP KALTENG” kedapatan mengantongi sebuah Handphone (HP) di saku celananya, Jum’at (26/08/2016).

HP tersebut diduga kuat milik dari Oknum ASN (Aparatur Sipin Negara) di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatikan (Dishubkominfo) yang aktif bertugas di Bandar Udara Iskandar Kabuapten Kotawaringin Barat berninisial MR yang ditahan oleh pihak BNNP atas kepemilikan sabu-sabu seberat 2,3 Gram beserta alat hisap bong dan pipet, timbangan digital dan HP merek Samsung milik tersangkay yang disita pada saat melakukan peyelidikan.

Pantauan dilapangan, Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Kalteng, I Made Kariada sempat memepertanyakan kepada MR terkait kepemilikan HP merek Samsung Warna Putih yang disimpan di saku belakang milik MR setelah salah satu awak media yang mempertanyakan boleh tidaknya seorang tahanan BNNP memiliki HP.

Ketika dilakukan Pemeriksaan, MR sempat berkilah kalau dirinya tidak memiliki HP, dan hanya memiliki benda berwarna ungu yang diyakini merupakan salah satu alat kosmetik. Ketika ditemukan HP di saku celananya, MR beralasan kalau tidak ada nomor Penting dalam HP tersebut.

“Kita tidak tau kalau dia memiliki HP, sebelumnya kita sudah melakukan pemeriksaan,” jelas I Made Kariada secara spontan saat menemukan HP dikantong celana milik MR dan meletaknya di meja bersama dengan alat bukti milik MR lainya.

Terkait dengan kegiatan press release yang dilakukan, Kepala BNN Provinsi Kalteng, Kandarmanta mejelaskan, Terlapor berinisial MR seorang wanita berumur 29 tahun  dan terlapor dua berinisial MH laki-laki umur 31 tahun diamankan bersama barang bukti.

“Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawiringin Barat tepatnya kediaman milik tersangka MR dilaporkan warga sering terjadi transaksi penjulan sabu-sabu dan juga digunakan sebagai tempat pesta Narkotika.” jelas Kandarmanta yang saat itu ditemani I Made Kariada selaku Kabit Pemberantasan dan Baja Sukma selaku Kabit Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Ketika mendapatkan laporan dari masyarakat, tim dari BNNP Kalteng langsung menuju tempat yang telah dilaporkan untuk melakukan pengecekan kebenaranya dan langsung melakukan penggeledahan di rumah sodari MR.

Dari hasil penggeledahan, tim menemukan sejumlah alat bukti. Ketika itu, sekitar pukul 21:00 WIB, terlapor beserta alat bukti lainya diamankan oleh petugas BNNP Kalteng untuk diproses lebih lanjut. Untuk terlapor kedua yakni MH langsung dilakukan penakampan pada hari minggu (21/08/2016) sekitar jam 23:00 WIB di Jl.A Yani Kabupaten Kotawaringin Barat berdasarkan infomasi dimana MH sering melakukan transaksi sabu-sabu.

“Ketika melakukan penggeledahan dikediaman sodara MH, petugas menemuka sejumlah barang bukti seperti yang dimiliki oleh terlapor MR yang diamankan petugas BNNP sebelumnya.” jelasnya menambahakan.

Berdasarkan perbuatan kedua terlapor, terlapor MR diancam pidan pasal 112 ayat 1 UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika, dan terlapor kedua dikenakan pasal 114 ayat 1 UU No.35 tahun 2009, dengan ancaman minilam 4 tahun dan maksimal selama 12 tahun.(Arliandie)

Editor: HIdayat

Comments
Loading...