spot_img

Ratusan Massa KNPB Tolak New York Agreement

MENARAnews, Jayapura (Papua) – Ratusan massa dan simpatisan dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB), menggelar aksi damo damai dalam rangka memperingati New York Agreement 1962 yang dinilai terjadi kepentingan kapitalis tanpa melibatkan orang Papua.

“KNPB hanya sebagai alat dan sarana masyarakat yang punya suara untuk menyampaikan aspirasi yang dimana hari ini adalah hari bersejarah memperingati hari bersejarah 15 Agustus 1962/New York Agreement. Terkait kepentingan kapitalisme tanpa melibatkan masyarakat Papua di dalamnya dan itu merupakan awal dari pintu pemusnahan rumpun melanesia di Papua.” ucap Warpo Wetipo disela-sela aksi.

Dikatakan, perjuangan bangsa Papua telah dimanipulasi oleh pimpinan-pimpinan kapitalisme. Perjuangan bangsa Papua adalah perjuangan Internasional dan tidak ada kekuatan yang besar selain kegiatan kita hari ini dalam memperingati 15 Agustus New York Agreement.

“Bagi kita masyarakat Papua, kesepakatan Indonesia dan imperalisme Amerika adalah manipulasi yang kita anggap cacat hukum dan cacat segalanya.” lanjutnya.

Ditempat yang sama, Samuel Womsiwor mengatakan, Perjanjian New York Agreement 1962 itu sangatlah tidak mewakili aspirasi rakyat Papua dan untuk itu pada kesempatan ini masyarakat Papua mempertanyakan hak-hak rakyat Papua dan sampai kapanpun tetap meminta kepada kolonial Indonesia, Amerika serta Belanda untuk melakukan penentuan pendapat rakyat Papua secara ulang.

“Sampai kapanpun kami akan tetap menuntut referendum West Papua kepada kolonial Indonesia,” ucap Samuel.

Sementara itu, Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Tober Sirait, S.Ik mengatakan bahwa aparat kepolisian akan memberikan waktu untuk rekan-rekan membubarkan diri dan apabila waktu yang ditentukan tidak ditanggapi, maka pihak kepolisian akan melakukan pembubaran secara paksa.

“Mereka meminta waktu untuk membacakan tuntutan dan memberikan aspirasi itu kepada wakil rakyat DPRP.” ucap ┬áTober.

Guna mengamankan aksi demo tersebut, pihak kepolisian mengerahkan sebanyak 300 personil yang terdiri dari Polres Jayapura Kota, Sabhara dan Brimob Polda Papua yang disiagakan. (Surya).

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles