spot_img

Program Vaksinasi Campak Kabupaten Tolikara Terkendala Vaksin

MENARAnews Tolikara (Papua) – Program vaksinasi campak yang berlangsung secara nasional pada 1-14 Agustus 2016 ini, juga berlangsung di Kabupaten Tolikara meskipun masih terkendala masalah vaksin yang belum tiba. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan saat diwawancarai, Selasa (9/8/16).

Kabupaten Tolikara melaksanakan program vaksinasi campak pada 1-14 Agustus sesuai dengan program dari Kementerian Kesehatan RI dengan target sebanyak 7000 sasaran.

“Target kami adalah 7000 sasaran di seluruh Tolikara dan di Karubaga sebanyak 570 sasaran dimana hingga saat ini kami telah melakukan vaksinasi terhadap 220 sasaran di Karubaga,” demikian disampaikan Ronald Panjaitan selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara.

Ronald menyatakan bahwa masih terdapat kendala dalam upaya mensukseskan program vaksin campak. Salah satunya, keterlambatan kedatangan vaksin campak di Karubaga. Hal tersebut berdampak kurang optimalnya pelaksanaan program terutama dalam mencapai sasaran yang ditargetkan.

”Kami masih terkendala dimana vaksin yang dikirimkan dari provinsi hingga saat ini belum tiba di Karubaga, kami masih menunggu kapan vaksin tersebut tiba di  Wamena, “ jelas Ronald.

Dikatakan bahwa, sebelum vaksin tersebut datang, Dinas Kesehatan menggunakan stok vaksin yang ada terlebih dahulu sehingga program tersebut tetap berjalan. Ketika disinggung mengenai waktu pelaksanaan yang sudah hampir selesai namun vaksin belum tiba dan masih banyak target yang belum dicapai, Ronald mengatakan secara resmi pelaksanaan vaksinasi tersebut mengikuti jadwal nasional namun akan tetap dilanjutkan setelahnya hingga seluruh target tercapai.

“Kami mengikuti sesuai jadwal nasional yaitu 1-14 Agustus dan nantinya kami akan laporkan hasilnya kepada provinsi, setelah itu vaksinasi akan kami lanjutkan sesuai dengan target yang kami tetapkan,” ungkapnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai kemungkinan adanya vaksin palsu seperti di daerah lain, Ronald menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya belum menemukan adanya vaksin palsu di Tolikara. Hal tersebut karena vaksin yang digunakan merupakan pengadaan pemerintah dan diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi.

“Disini belum ada namanya vaksin palsu karena kami mendapatkan vaksinnya langsung dari pemerintah yang dikirim dari Provinsi. Kecuali jika yang dikirimkan itu ada yang palsu berarti kami mendapatkan vaksin palsu, tapi sepertinya sih tidak ada,” jelasnya. (Rian)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,041PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles