spot_img

Pospera Minta Poldasu Usut Tuntas Kematian Andi Pangaribuan yang Tewas di Sel Tahanan

MENARAnews, Medan (Sumut) – Ketua Pospera (Posko Perjuangan Rakyat) Sumut, Liston Hutajulu minta pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara segera melakukan rekonstruksi ulang atas tewasnya Andi Pangaribuan si sel tahanan Polres Tobasa. Diduga kematian Andi sangat mencurigakan karena terjadi hanya dalam kurun waktu beberapa jam setelah penangkapan.

Dalam unjuk rasa di depan Mako Polda Sumut, Pospera menuntut agar oknum polisi dan juga pelaku yang diduga membunuh Andi Pangaribuan dapat segera ditangkap karena dinilai mencoreng citra kepolisian.

“Dalam kasus ini (terbunuhnya Andi, red) kami menaruh banyak kecurigaan yang menimbulkan polemik bagi kami,” ujar Liston dalam orasinya di Polda Sumut, Jumat (12/8/2016).

Liston dalam hal ini Pospera Sumut meminta agar Polda Sumut bisa bergerak cepat untuk ungkap kasus tersebut. Kata Liston lagi, selama ini Polda Sumut terkesan diam dan cuek dalam menyikapi kasus tewasnya Andi.

“Kami ingin hukum ditegakkan seadil-adilnya,” teriak Liston yang membakar semangat massa aksi.

Perlu diketahui, sebelumnya warga Dusun Lumban Saro Kelurahan Pintu Bosi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Tobasa ini dinyatakan tewas karena gantung diri di sel tahanan Polres Tobasa oleh Kapolres Tobasa, AKBP Jidin Siagian.

Pihak keluarga yang tidak percaya dengan pernyataan itu kemudian melaporkan dugaan tindak pidana pembunuhan ini ke Polda Sumut yang ditangani oleh Subdit III/Jahtanras Dit Krimum Polda Sumut, sesuai dengan nomor laporan LP/1437/XIII/2015/SPKT II, tertanggal 30 November 2015.

Setelah menjalani proses penyelidikan, penyidik akhirnya menetapkan dua tersangka atas kematian Andy Pangaribuan. Kedua anggota polisi ini diketahui bernama Linton Chandra Panjaitan dan  Marco Panata Purba.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan membenarkan kedua anggota polisi Polres Tobasa itu sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kalau memang ini terbukti, tidak menutup kemungkinan mereka (tersangka, red) akan di PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat),” tegas AKBP Nainggolan saat ditemui di ruang kerjanya, Mako Polda Sumut. (Ded)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,036PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles