Mantan Teroris : Aksi Pelaku Bom di Gereja Katolik Sudah Terstruktur

MENARAnews, Medan (Sumut) – Mantan Teroris, Khairul Ghazali (50) menduga, pelaku percobaan bom bunuh diri di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep beberapa waktu lalu tidak bergerak sendirian. Khairul mengatakan, yang dilakukan IAH (17) sudah terstruktur. Kini jaringan tersebut juga masih berkeliaran. 

“Saya ketemu langsung dengan IAH (17) di Mapolresta Medan, Senin (29/8/16) lalu. Kemudian saat saya bertanya kepada IAH (17) siapa yang mendoktrinnya, IAH (17) langsung menjawab beberapa nama dan dia juga mengikuti pengajian keras di daerah Setia Budi,” ucap Ghazali saat ditemui di Pesantren Darusy Syifa di Dusun IV Desa Sei Mencirim Kec. Kutalimbaru, Deli Serdang, Rabu (31/08/2016).

Dari pengakuan IAH, Ghazali meyakini tersangka terlibat pada jaringan global.

“Bagaiaman dia (IAH) berani melakukan kegiatan yang terprogram seperti itu sampai bahan-bahan peledak ada walaupun itu dayanya rendah. Dengan keberanianya dan terstruktur seperti itu pasti ini didesain oleh jaringan,” jelasnya.

Bahkan Ghazali mengaku telah melihat rekaman video IAH yang sedang berbaiat kepada pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi. Dalam rekaman yang didapat dari penggeledahan di rumah IAH, tampak tersangka memegang bendera ISIS.

“Ada yang merekam ketika IAH berbaiat karena video nya goyang,” kata Ghazali.

Info yang beredar di lapangan, tersangka nekat melakukan aksinya karena diimingi sejumlah uang. Hal itu langsung dibantah Ghazali. Dia mengatakan uang bukan inti dari terorisme.

“Karena doktrin sesungguhnya itu adalah akhirat, surga dan bidadari. Kalau uang hanya untuk sarana pendukung aksi,” bebernya.

Ghazali merupakan salah satu mantan narapidana perkara terorisme yang terlibat pada perampokan Bank CIMB. Niaga di Medan pada 2010 lalu. Ghazali di vonis 6 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan pada 2011. Namun, Ghazali masih menjalani pembebasan bersyarat setelah menjalani hukuman 4 tahun 2 bulan penjara. (yug)

Comments
Loading...