spot_img

Mahasiswa Medan Tuntut Usut Tuntas Kasus Kekerasan Sari Rejo

MENARAnews, Medan (Sumut) – Puluhan mahasiswa berunjuk rasa mengecam tindak kekerasan TNI AU saat bentrokan di Sari Rejo. Mereka berorasi dan membentangkan spanduk bertuliskan kecaman terhadap berbagai kasus kekerasan yang terjadi di Indonesia. 

Dalam orasinya, beberapa massa aksi mengutuk keras tindakan yang dilakukan TNI AU terhadap warga dan dua orang Jurnalis.

“Masyarakat Sari Rejo yang yang melakukan aksi damai harus dibalas dengan tindakan fasis kekerasan berupa penyekapan, penembakan, pemukulan dan penyisiran yang dilakukan oleh TNI AU. Dua wartawan bahkan menjadi korban bersama rakyat,” kata orator di Bundaran Majestyk, Jumat (19/08/2016).

Pimpinan Aksi Janter Ronaldo Purba megatakan, kekerasan yang menimpa dua wartawan yang sedang meliput adalah bentuk pengekengan demokrasi dan kebebasan pers.

“Seharusnya itu jadi jaminan demokrasi negara yang merdeka, tapi malah dikriminalisasi dengan kekerasan,” katanya disela aksi.

Tak hanya kekerasan yang terjadi di Sari Rejo, massa juga menyuarakan kekerasan yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Karena Sari Rejo bukan satu-stunya kasus kekerasan oleh negara terhadap rakyat.

“Ini bukan satu-satunya, kasus kekerasan di Desa Durin Tonggal Deli Serdang, Olak-Olak Kubu di Kalimantan Barat, Rumpin Bogor, juga mengalami hal serupa,” katanya.

Massa menganggap Presiden Jokowi-JK telah absen dalam menegakkan demokrasi. Mereka menuntut pemerintah dapat mengusust tuntas kasus kekerasan di Sari Rejo. Selain itu mereka juga mendesak pemerintah untuk menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis gerakan rakyat. (Yug)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles