Komnas HAM Sebut Kasus Bentrokan Sari Rejo Unik

MENARAnews, Medan (Sumut) – Kerusuhan yang terjadi di Sari Rejo Senin lalu dianggap kasus yang unik oleh komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.┬áHal itu dikemukakannya saat bertemu awak media di Medan, Kamis (18/08/16). Pihaknya akan melakukan investigasi terkait kasus ini. “Peristiwa ini agak unik.” ujarnya.

Kasus ini dinilai unik karena wartawan juga ikut menjadi korban bentrokan. Padahal masalah utamanya adalah masalah lahan.

“Tetapi pekerja jurnalistik pun kena. Itu yang menjadi unik,” ujarnya.

Dia mengungkapan, di medan perang saja, pekerja jurnalistik sangat dihargai dan harus dihormati. Bahkan harus juga dilindungi. Karena, pekeja junalistik tugasnya menyampaikan informasi tentang fakta peristiwa. Sehingga masyarakat bisa mendapat informasi.

“Bahkan pekerja jurnalistik kita selama ini sering hadir sebagai pendamai.”

Sebelumnya, dia menjelaskan bahwa kekerasan yang dialami dua wartawan menjadi salah satu dari tiga aspek yang akan diinvetigasinya di Medan.

Pihaknya akan mencari tahu kenapa wartawan menjadi koran. Apakah korban dianggap bagian dari masyarakat, atau sikap dari ketidak sukaan terhadap media, atau bahkan kebebasan pers memang dikekang.

Kebebasan pers menjadi perhatian Komnas HAM secara serius sejak 16 tahun lalu.

“Wartawan berjuang dengan segala daya upaya, ada yang jadi martir, supaya menghantarkan kehidupan yang lebih demokratis. kebebasan pers dibuka.”

Diberitakan sebelumnya, bentrokan antara warga Sari Rejo VS TNI AU pecah di wilayah pemukiman warga. Kerusuhan berawal dari bentuk protes warga terhadap pematokan sebidang lahan oleh TNI AU Lanud Soewondo. Warga memblokir beberapa ruas jalan dan berunjuk rasa.

Sejumlah warga mengalami luka yang cukup serius. Tak sampai disitu, dua orang wartawan yang sedang meliput juga dianiaya secara brutal oleh Oknum TNI. Keduanya harus dilarikan ke rumah sakit. (yug)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,031PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles