Keluarga Pelaku Teror Bom Gereja Katolik Santo Yosep Jarang Bergaul Dengan Tetangga

MENARAnews, Medan (Sumut) – Pelaku teror bom bunuh diri Ivan Armadi Hasugian (18) di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Jalan dr. Mansyur No. 75, Kecamatan Medan Selayang pagi tagi (28/8/2016) sudah diamankan oleh Polresta Medan.

Pengakuan tetangga korban, Siagian, keluarga Ivan yang tinggal di warga Jalan Setia Budi, Gang Sehati No. 26, Lingkungan XI, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang itu terbilang jarang bergaul dan tertutup.

Siagian bilang kalau ayah dari Ivan merupakan pengacara hukum senior di Kota Medan, S.M Hasugian (70) dan termasuk warga yang sudah lama menetap di lingkungan itu.

“Beliau (ayah Ivan-red) mantan pengacara, baguslah karirnya. Kami sering manggil beliau Pak Hasugian. Memang mereka jarang bergaul dengan warga disini,” jelas Hasugian.

Informasi yang dihimpun, Ivan memiliki satu saudara laki-laki dan satu saudari perempuan. Diketahui saudara laki-laki Ivan bernama IA Hasugian saat ini menempuh pendidikan magister di USU dan sudah menikah, sementara saudarinya bernama  E. Hasugian.

Ivan merupakan anak ketiga dari S.M Hasugian dan A. Purba. Ivan juga dikenal sebagai pemuda yang tertutup dan tidak bergaul seperti anak muda pada umumnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Nur Fallah bilang saat ini korban sudah diamankan. Ia juga tambahkan sudah menyita barang bukti dari pelaku diantaranya sepeda motor, pisau, tas ransel yang sebelumnya berisi bom rakitan.

Pantauan MENARAnews.com, beberapa Gereja di Kota Medan yang melakukan ibadah malam ini dijaga oleh polisi. Misalnya di Gereja GKPI Komplek Pamen Padan Bulan dan GKPI Medan Kota Jalan Sriwijaya. Petugas kepolisian tampak berjaga di gerbang dan sekitar gereja. (Ded)

Comments
Loading...