spot_img

Kampanye Tolak Politik Dinasti di Maluku Tengah Terus Disuarakan Mahasiswa Maluku Tengah Jakarta

DKI Jakarta, Menaranews – Mahasiswa Maluku Tengah Jakarta meneruskan kampanye menolak praktik dinasti politik di Provinsi Maluku Tengah. Kali ini mereka mendatangi DPP Partai Golkar di Jakarta Barat (23/8/2016).

Kedatangan Mahasiswa Maluku Tengah Jakarta di DPP Partai Golkar untuk meminta Partai Golkar tidak memberikan rekomendasi kepada Petahana yang dianggap sudah menjadi Dinasti Politik di Maluku Tengah.

Hadi selaku koordinator aksi menganggap praktik dinasti politik adalah penyebab Provinsi Maluku Tengah masuk dalam kategori Daerah Tertinggal.

“Maluku Tengah masuk kategori kabupaten tertinggal. Hal ini didasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 131 tahun 2015 tentang Penetapan daerah tertinggal tahun 2015-2019” ungkap Hadi.

Ia menambahkan bahwa, “Pemberantasan korupsi dapat dilakukan dengan menghentikan praktik politik dinasti, karena kami menduga banyak terjadi mark up dalam pengadaan barang dan jasa di Maluku Tengah dan tidak tersentuh oleh hukum karena adanya dinasti politik.”

“Keberadaan Partai Golkar dianggap penting dalam pemilukada 2017 mendatang, karena golkar memilii 5 kursi di DPRD Maluku Tengah. Apabila Golkar juga mempunyai komitmen yang sama untuk melawan politik dinasti, maka politik dinasti dapat dihentikan” tutupnya. (RF)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles