http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Industry Hardtalk WIEF : Infrastruktur baik, ekonomi akan meningkat

DKI Jakarta, MENARAnews – Industry Hardtalk menjadi salah satu kegiatan dalam perhelatan World Islamic Economic Forum (WIEF) di Plenary Hall JCC Senayan Jakarta. Industry Hardtalk menghadirkan pembicara dari berbagai perusahaan ternama, seperti Bakti Santoso Luddin (President Commissioner PT Wijaya Karya Indonesia), Ahmad Zulqarnain Onn (Executive Director Investments and Head of Strategic Management Unit Khazanah Nasional Berhad Malaysia), Lucky Eko Wuryanto (Vice President AIIB China), Dato Muzaffar Hisham (Group Head of Global Banking Maybank Malaysia).

Industry hardtalk mengangkat tema “Closing the Funding Gap in Infrastructure”. Dato Muzaffar Hisham berpendapat bahwa kawasan Asia merupakan pusat pertumbuhan ekonomi.

“Kita yang tinggal di Asia beruntung karena Asia menjadi pusat gravitasi pertumbuhan ekonomi. Kita perlu infrastruktur yang cepat, sehingga bisa menghilangkan kemiskinan” jelasnya.

Pembangunan infrastruktur memegang peranan penting perkembangan suatu daerah, namun hal tersebut membutuhkan dana yang sangat besar. Sehingga perlu pembiayaan proyek diluar dari dana pemerintah yang terbatas. Dana pembangunan infrastruktur tersebut salah satunya dapat diperoleh dari Bank.

Lucky Eko Wuryanto menjelaskan, “Ketidakcocokan terjadi karena banyak bank tidak memahami proyek-proyek infrastruktur. Rumuskan aturan dan insentif tertentu agar lembaga lain juga bisa menanamkan modalnya.”

Apabila pembangunan infrastruktur berjalan lancar, dapat menyelesaikan berbagai permasalahan selain kemiskinan, yaitu pendidikan dan kesehatan.

“Masalah infrastruktur bukan hanya masalah kemiskinan, tapi juga berkaitan dengan pendidikan, kesehatan dan sebagainya” lanjut Lucky Eko.

Kendala pembangunan infrastruktur juga dirasakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. Kendala yang dirasakan oleh perusahaan adalah bunga pinjaman jangka pendek yang sangat tinggi.

Bakti Santoso Luddin dalam kesempatannya menjelaskan bahwa, “perusahaan kami (PT Wijaya Karya Indonesia) 55% dimiliki swasta dan 45% dimiliki pemerintah dengan arus kas yang baik. Kami bisa mengerjakan konstruksi dengan baik hingga ke al jazair. Tapi kami tidak memiliki pembiayaan jangka panjang. Selama ini kami menggunakan pinjaman jangka pendek namun di Indonesia bunganya sangat tinggi.”

Pertemuan antara berbagai perusahaan yang concern dibidang infrastruktur menjadi angin segar dalam perkembangan infrastruktur di Negara Negara Islam.

Ahmad Zulqarnain Onn (Executive Director Investments and Head of Strategic Management Unit Khazanah Nasional Berhad Malaysia) mengatakan bahwa, “Kita harus kumpulkan orang-orang berbicara apa yang kita miliki lalu bagaimana mengalirkannya ke kebutuhan modal. Hambatan bisa dari pajak, hukum yang tidak imbang, tapi tidak sulit untuk merumuskan apa yang bisa jadi jawaban dari persoalan regulasi.”

“Proyek prasarana lebih banyak didalam negeri, bisa ada peluang kerja sama antar negara misalnya di Asean.” Tutupnya. (RF)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,384PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.