Hati – hati, Angka Kematian Di Jalan Semakin Bertambah

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kasus angka kecelakaan di Kalteng tercatat tiap tahunnya mengalami peningkatan. Berdasarkan informasi yang disampaikan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalteng melalui data Direktorat Lalu Lintas Polda Kalteng, tahun 2015 angka kecelakaan di jalan mencapai 959 kasus dibanding tahun 2014 mencapai 940 kasus.

Kepala Bidang Jalan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalteng, Andreas Palem S. menjelaskan, informasi data angka kecelakaan disampaikan dua tahun sekali ke Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalteng.

“Kalau tidak salah, dalam dua hari, satu orang meninggal dunia karena  kecelakaan di jalan, dan ini disebabkan adanya faktor kelalaian pengendara dalam mentaati rambu-rambu lalu lintas” jelas Andreas diwawancarai Menaranews selasa (30/08/2016) di Palangka Raya.

Tidak hanya itu, dikatakanya, rendahnya kesadaran masyarakat terutama menjaga tanda-tanda marka jalan yang sudah dipasang, dan banyaknya kasus pencurian terhadap lampu penerang jalan umum (PJU) dengan sistem solar sel yang dipasang di setiap pinggiran ruas jalan menjadi salah satu faktor peyebab terjadinya kecelakaan.

Dia mencontohkan saja, salah satu faktor PJU menjadi peyebab kecelakaan lalu lintas, jika ada PJU, tentu pengendara bisa berhati-hati di jalan, khususnya yang berkendara di malam hari, karena tidak ada penerang jalan, sehingga kecelakan sewaktu-waktu bisa saja terjadi.

“Memang kita perlu waktu untuk membenahi itu semua. Pelan-pelan tapi pasti. terutama melakukan sosialisasi untuk meminimalisir kasus pencurian marka jalan yang marak terjadi.” jelasnya kembali,

Adreas menambahkan, dari marka yang terpasang di tahun 2014-2015 yang hilang mencapai sekitar 80 persen. Meski dirinya tidak mengetahui persis berapa banyak marka atau PJU yang sudah terpasang, dengan alasan dirinya baru menjabat sebagai Kabid Jalan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalteng.

Dinformasikan, data angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di tahun 2014 mencapai 940 kasus dengan total korban sebanyak 1644 orang. rincian, korban meninggal dunia sebanyak 309 orang, luka berat 219 orang dan luka ringan 1.116 orang. Sedangkan kerugian yang ditaksir dari angka kecelakan tersebut mencapai Rp.5.813.800.000.

Sementara, untuk angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di tahun 2015 sebanyak 959 kasus dengan total korban mencapai 1.784 orang, rincian korban meninggal dunia 284 orang, luka berat 205 orang dan luka ringan 1.295 orang. Sedangkan untuk kerugianya di taksir mencapai Rp.4.769.026.500.

Sekedar menginformasikan, data laka lantas meninggal dunia di Pemerintah Provinsi Kalteng pada tahun 2010 samapi dengan 2011 mengalami penurunan, yakni tahun 2010 angka kematian di jalan raya totalnya mencapai 334 orang, sementara tahun 2011 totalnya mencapai 329 orang.

Dengan rincian data Laka Lantas meninggal Dunia di tahun 2010-2011 per Kabupaten, untuk Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2010 sebanyak 52 orang dan 2011 sebanyak 67 orang, Kapuas 2010 sebanyak 46 orang dan 2011 sebanyak 40 orang, Palangka Raya 2010 sebanyak 39 orang dan 2011 sebanyak 37 orang.

Kabupaten Kotawaringin Barat 2010 sebanyak 37 orang dan 2011 sebanyak 36 orang, Barito Utara 2010 sebanyak 24 orang dan 2011 sebanyak 26 orang, Barito Timur 2010 sebanyak 26 orang dan 2011 sebanyak 21 orang, Pulang Pisau 2010 sebanyak 39 orang dan 2011 sebanyak 21 orang.

Kabupaten Katingan 2010 sebanyak 13 orang dan 2011 sebanyak 21 orang, Seruyan 2010 sebanyak 17 orang dan 2011 sebanyak 18 orang, Lamandau 2010 sebanyak 13 orang dan 2011 sebanyak 14 orang, Gunung Mas 2010 sebanyak 5 orang dan 2011 sebanyak 12 orang, Barito Selatan 2010 sebanyak 14 orang dan 2011 sebanyak 7 orang, Sukamara 2010 sebanyak 8 orang dan 2011 sebanyak 7 orang, dan Murung Raya 2010 sebanyak 1 orang dan 2011 sebanyak 2 orang.

Untuk data tahun 2012-2013, samapi dengan berita ini diterbitkan, pihaknya mengaku masih belum bisa menyampaikanya, dengan alasan data tersebut masih dalam proses penyusunan.

“Nanti kita carikan mas, soalnya 2012-2013 saya di staf perencanaan Belum balik ke bidang jalan” tutup Ikhsan, salah satu staf di Bidang Jalan.(Arliandie)

Editor: HIdayat

Comments
Loading...